Fototerapi (Terapi Sinar Bayi Kuning)
Penyinaran dengan lampu khusus untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi baru lahir yang mengalami kuning (jaundice). Aman dan umum dilakukan.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Bayi baru lahir dengan kuning (jaundice) dan kadar bilirubin di atas ambang aman
- Mencegah bilirubin terlalu tinggi yang dapat merusak otak (kernikterus)
- Kuning yang muncul terlalu dini atau memberat
- Kuning akibat ketidakcocokan golongan darah ibu-bayi
Persiapan sebelum prosedur
- 1Pemeriksaan kadar bilirubin dari darah bayi
- 2Bayi ditempatkan di boks/inkubator di bawah lampu fototerapi
- 3Mata bayi ditutup pelindung khusus; popok dibuat seminimal mungkin agar kulit terpapar
- 4Pemberian ASI tetap diteruskan untuk mencegah dehidrasi
Langkah prosedur
- 1Bayi disinari lampu biru khusus yang mengubah bilirubin menjadi bentuk yang mudah dibuang tubuh
- 2Posisi bayi diubah berkala agar paparan merata
- 3Suhu, cairan, dan berat badan dipantau
- 4Kadar bilirubin dicek ulang berkala untuk menilai respons
- 5Fototerapi dihentikan saat bilirubin turun ke tingkat aman
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Dehidrasi ringan (dicegah dengan ASI cukup)
- Suhu tubuh tidak stabil
- Ruam kulit sementara dan tinja lebih encer
- Risiko sangat kecil; fototerapi adalah tindakan yang aman dan rutin
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung untuk bayi peserta sesuai indikasi. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 per hari, di luar biaya rawat bayi.
Biaya bergantung lama penyinaran dan kelas perawatan. Kuning fisiologis ringan kadang cukup dipantau tanpa fototerapi.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.