Fototerapi Kulit (Terapi Sinar UV)
Pengobatan penyakit kulit dengan **sinar ultraviolet terukur** (paling sering **UVB pita sempit/narrowband UVB**, kadang **PUVA**) yang diberikan **di fasilitas kesehatan dengan alat khusus dan dosis terkontrol** — **bukan** berjemur biasa atau tanning bed. Sering dipakai untuk **psoriasis**, **vitiligo**, dan **eksim/dermatitis atopik** yang luas.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengatasi psoriasis yang luas atau tidak cukup membaik dengan obat oles
- Membantu vitiligo dengan merangsang kembali sel pigmen (repigmentasi) pada area yang kehilangan warna
- Meredakan dermatitis atopik/eksim yang luas dan kronis
- Pilihan untuk beberapa penyakit kulit lain (mis. beberapa jenis limfoma kulit) sesuai penilaian dokter, saat terapi topikal saja belum memadai
- Bekerja dengan meredam reaksi imun kulit yang berlebihan dan, pada vitiligo, memicu produksi pigmen
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang Anda konsumsi — sebagian obat/herbal membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya (fotosensitif)
- 2Sampaikan riwayat kanker kulit, tahi lalat yang berubah, atau penyakit yang membuat kulit peka cahaya (mis. lupus)
- 3Untuk PUVA, Anda akan diberi obat psoralen (diminum atau dioles) sesuai resep dan jadwal dokter — jangan mengatur dosis sendiri
- 4Datang tanpa kosmetik/tabir surya di area yang akan disinari kecuali diarahkan dokter; ikuti dosis awal yang biasanya dimulai rendah lalu naik bertahap sesuai respons kulit
- 5Ini bukan alasan memakai krim pemutih abal-abal atau membeli obat keras sendiri: hidrokuinon adalah obat keras (hanya dengan resep) dan dilarang dalam kosmetik oleh BPOM; hindari krim ilegal bermerkuri/steroid yang berbahaya bagi kulit dan tubuh
- 6Jika Anda sedang memakai krim pemutih/pemutih instan atau muncul tanda keracunan (mis. kulit menghitam/berbintik-bintik, iritasi berat, tremor, atau gangguan kesehatan lain), hentikan pemakaian dan segera periksakan ke dokter; cek legalitas produk di cekbpom.pom.go.id. Segera ke dokter juga bila ada tahi lalat/luka yang berubah, mudah berdarah, atau tidak kunjung sembuh untuk memeriksa kemungkinan kanker kulit
Langkah prosedur
- 1Anda masuk ke kabin/alat fototerapi khusus atau area kulit tertentu diarahkan ke lampu UV medis
- 2Mata dilindungi dengan kacamata khusus; area sehat, wajah bila tidak perlu, dan area genital biasanya ditutup/dilindungi
- 3Kulit disinari sinar UV terukur selama waktu singkat; durasi tiap sesi bertambah bertahap sesuai respons dan toleransi kulit
- 4Dilakukan beberapa kali seminggu selama beberapa minggu hingga bulan; kepatuhan pada jadwal sangat menentukan hasil
- 5Setiap sesi dicatat dan dosis disesuaikan oleh tenaga medis; sampaikan bila kulit terasa perih atau memerah agar dosis diatur ulang
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Kulit kemerahan seperti terbakar matahari, terasa hangat, kering, dan gatal (biasanya ringan dan sementara)
- Kulit lebih peka terhadap cahaya, terutama pada PUVA — perlu perlindungan mata dan kulit sesuai anjuran
- Pada pemakaian jangka sangat panjang: penuaan dini kulit dan peningkatan risiko kanker kulit (terutama PUVA) — karena itu perlu pemantauan
- Kambuh bila terapi dihentikan sebelum waktunya; hasil tidak instan
- Harus dalam pengawasan dokter kulit — jangan menyinari diri sendiri dengan lampu atau berjemur/tanning sembarangan, karena dosis tak terukur justru merusak kulit
Estimasi Biaya
Dapat ditanggung BPJS dengan indikasi medis & rujukan (mis. psoriasis/vitiligo). Swasta: Rp 100.000-400.000 per sesi, dan perlu banyak sesi.
Butuh banyak sesi terjadwal.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.