Lewati ke konten
Endoskopi

Gastroskopi (Endoskopi Saluran Cerna Atas)

Pemeriksaan saluran cerna atas (kerongkongan, lambung, duodenum) dengan endoskop berkamera. Standar emas untuk diagnosis GERD, tukak lambung, infeksi H. pylori, varises esofagus, dan skrining kanker lambung. Bisa sekaligus terapi (biopsi, hentikan perdarahan).

Durasi
Diagnostik: 10-20 menit. Terapeutik (biopsi banyak, ligasi varises): 20-45 menit. Total dengan persiapan + observasi pasca-sedasi: 2-3 jam.
Pemulihan
Observasi pasca-sedasi 30-60 menit di ruang pemulihan. Pulang hari yang sama. Tenggorokan terasa sedikit kering/serak 1-2 hari (normal). Boleh makan/minum 1-2 jam setelah refleks menelan normal. Tidak boleh nyetir, operasikan mesin berat, atau ambil keputusan penting 12-24 jam. Hasil biopsi keluar 5-10 hari kerja.
BPJS
Ditanggung
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 26 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Nyeri ulu hati persisten/refrakter terapi PPI 4-8 minggu
  • Suspek tukak lambung atau tukak duodenum
  • Dispepsia + tanda alarm (BB turun, anemia, muntah persisten, disfagia, usia >55 tahun)
  • Perdarahan saluran cerna atas (muntah darah / hematemesis, BAB hitam / melena)
  • Suspek infeksi Helicobacter pylori (sekaligus biopsi + rapid urease test)
  • Skrining + surveilans Barrett esofagus (komplikasi GERD kronis)
  • Skrining kanker lambung pada populasi risiko tinggi (riwayat keluarga, gastritis atrofik)
  • Disfagia (sulit menelan) — cek striktur, kanker esofagus, akalasia
  • Suspek varises esofagus pada pasien sirosis hati
  • Evaluasi pasca operasi gaster (bariatrik, gastrektomi)
  • Pengambilan benda asing tertelan (koin, baterai, gigi palsu)
  • Terapi endoskopi: ligasi varises, hentikan perdarahan, dilatasi striktur, polipektomi

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Puasa total 6-8 jam sebelum prosedur (tidak makan, tidak minum, termasuk air putih dalam 2 jam terakhir)
  2. 2Hentikan PPI (omeprazole, lansoprazole, esomeprazole) minimal 2 minggu sebelum jika tujuannya cek H. pylori (PPI bikin false negative)
  3. 3Hentikan pengencer darah (warfarin, clopidogrel, DOAC) — diskusikan dengan dokter 5-7 hari sebelum
  4. 4Aspirin dosis rendah biasanya boleh dilanjut (kasus kasus)
  5. 5Insulin/obat diabetes pagi: skip atau dosis disesuaikan (risiko hipoglikemia karena puasa)
  6. 6Lepas gigi palsu, kacamata, anting
  7. 7Bawa pendamping karena akan diberi sedasi (tidak boleh nyetir 12-24 jam)
  8. 8Tanda tangan informed consent
  9. 9Pasang IV line untuk akses obat sedasi
  10. 10Tidur miring kiri di meja prosedur, gigitan mouthpiece (bite block) dipasang

Langkah prosedur

  1. 1Pasien berbaring miring ke kiri dengan kepala sedikit ditekuk
  2. 2Anestesi tenggorokan dengan semprot lidokain (lidocaine spray)
  3. 3Sedasi sadar (conscious sedation): midazolam IV ± fentanyl atau propofol oleh anestesi
  4. 4Bite block dipasang di mulut untuk lindungi gigi + endoskop
  5. 5Endoskop fleksibel (diameter ~10 mm, panjang 100 cm) dimasukkan melalui mulut
  6. 6Endoskop dilewatkan melalui kerongkongan → lambung → duodenum bagian D2
  7. 7Inspeksi sistematik: esofagus (cek esofagitis, varises, Barrett), gaster (cek tukak, gastritis, kanker, H. pylori), duodenum (cek tukak, celiac)
  8. 8Biopsi diambil dari area mencurigakan (tidak nyeri karena mukosa tidak punya saraf nyeri)
  9. 9Rapid Urease Test (CLO) di tempat jika curiga H. pylori
  10. 10Tindakan terapi jika diperlukan: ligasi varises, klip perdarahan, dilatasi striktur, polipektomi
  11. 11Endoskop ditarik perlahan, durasi total 10-20 menit (kompleks bisa 30-45 menit)

Pemulihan

Observasi pasca-sedasi 30-60 menit di ruang pemulihan. Pulang hari yang sama. Tenggorokan terasa sedikit kering/serak 1-2 hari (normal). Boleh makan/minum 1-2 jam setelah refleks menelan normal. Tidak boleh nyetir, operasikan mesin berat, atau ambil keputusan penting 12-24 jam. Hasil biopsi keluar 5-10 hari kerja.

Risiko & Komplikasi

  • Sangat aman secara umum — komplikasi serius <0.1%
  • Tenggorokan sakit ringan 1-2 hari
  • Reaksi sedasi: depresi napas, hipotensi (dipantau ketat)
  • Perforasi esofagus/lambung/duodenum (<0.03% diagnostik, lebih tinggi pada dilatasi)
  • Perdarahan dari lokasi biopsi atau polipektomi (jarang, biasanya berhenti sendiri)
  • Aspirasi (tertelan cairan ke paru) — jarang, dicegah dengan puasa adekuat
  • Infeksi (sangat jarang, alat sterilisasi ketat)
  • Aritmia jantung selama prosedur (sangat jarang)
  • Reaksi alergi anestesi (sangat jarang)

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: cover 100% dengan rujukan Sp.PD/Sp.PD-KGEH (gastroenterolog). RS swasta self-pay: gastroskopi diagnostik Rp 1.000.000-2.500.000. Dengan biopsi: tambahan Rp 300-700rb. Dengan H. pylori test (CLO): tambahan Rp 200-400rb. Terapeutik (ligasi varises, polipektomi): Rp 3-7 juta. Patologi anatomi: Rp 500rb-1.5 juta per spesimen.

Wajib rujukan dari Sp.PD untuk BPJS. RS swasta umumnya tidak butuh rujukan tapi lebih mahal. Pilih operator gastroenterolog berpengalaman (Sp.PD-KGEH) untuk kasus kompleks.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. PGI - Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia
  2. 2. ASGE - American Society for Gastrointestinal Endoscopy Guidelines
  3. 3. BPOM RI - Standar Endoskopi
  4. 4. Kemenkes RI - Pedoman Endoskopi

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.