Lewati ke konten
Endoskopi

Histeroskopi (Pemeriksaan Rongga Rahim)

Prosedur endoskopik untuk melihat langsung rongga rahim (kavum uteri) dengan teleskop tipis (histeroskop) yang dimasukkan melalui vagina dan serviks. Bisa diagnostik atau operatif (untuk angkat polip, miom submukosa, adesi, atau ambil sampel jaringan). Minimal invasif, sering rawat jalan, recovery 1-3 hari.

Durasi
Diagnostik: 15-30 menit. Operatif sederhana (polipektomi kecil): 30-45 menit. Operatif kompleks (miomektomi, ablasi endometrium): 45-90 menit. Plus observasi pasca prosedur 1-4 jam.
Pemulihan
Rawat jalan untuk mayoritas kasus. Kram perut bawah ringan-sedang 1-2 hari (mirip kram haid). Bercak darah/spotting 3-7 hari (sampai 2 minggu setelah ablasi). Boleh kembali aktivitas ringan dalam 1-2 hari. Hindari hubungan seksual, tampon, dan berenang selama 2 minggu. Pekerjaan kantor: bisa kembali 1-3 hari. Olahraga berat: tunggu 1-2 minggu. Pasca anestesi umum: tidak boleh menyetir, mengoperasikan mesin berat, atau menandatangani dokumen penting 24 jam.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Investigasi perdarahan uterus abnormal (menorrhagia, metrorrhagia, perdarahan pasca menopause)
  • Diagnosis dan pengangkatan POLIP ENDOMETRIUM
  • Diagnosis dan reseksi MIOM SUBMUKOSA (yang menonjol ke rongga rahim)
  • Evaluasi dan terapi ADESI INTRAUTERIN (Asherman syndrome)
  • Evaluasi penyebab INFERTILITAS atau keguguran berulang
  • Pemeriksaan KELAINAN KONGENITAL RAHIM (uterus bicornuate, septum uteri)
  • Pemeriksaan dan PENGANGKATAN IUD yang hilang atau tertinggal
  • Biopsi endometrium yang ditargetkan (vs blind D&C)
  • Evaluasi pasca aborsi spontan/elektif untuk sisa konsepsi
  • Sterilisasi tuba (histeroskopi-guided occlusion, Essure — sudah ditarik dari pasar)
  • Ablasi endometrium untuk perdarahan haid berat (alternatif histerektomi)
  • Evaluasi pre-IVF untuk memastikan rongga rahim sehat
  • Diagnosis hyperplasia endometrium atau karsinoma endometrium dini

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Pemeriksaan pra-prosedur: konsultasi Sp.OG, anamnesis lengkap, pemeriksaan ginekologi
  2. 2Pemeriksaan penunjang: USG transvaginal, pap smear (jika belum recent), lab darah dasar (Hb, leukosit, trombosit, golongan darah)
  3. 3Tes kehamilan WAJIB pada wanita usia subur (β-hCG)
  4. 4Skrining infeksi: swab serviks untuk klamidia/gonore jika risiko tinggi
  5. 5TIMING: idealnya hari 5-12 siklus menstruasi (fase folikular awal) — endometrium tipis, lebih jelas
  6. 6Puasa: 6-8 jam jika di bawah anestesi umum atau sedasi dalam; tidak perlu puasa jika hanya anestesi lokal
  7. 7Hentikan pengencer darah (aspirin, warfarin, clopidogrel) 5-7 hari sebelum sesuai instruksi dokter
  8. 8Hentikan suplemen herbal (gingko, ginseng, vitamin E dosis tinggi) 1 minggu sebelum
  9. 9Misoprostol vaginal 200-400 mcg 6-12 jam pre-prosedur untuk softening serviks (terutama nulipara atau menopause)
  10. 10Antibiotik profilaksis: doksisiklin 100 mg 2x/hari sehari sebelum (kontroversial, sering tidak rutin)
  11. 11Anti-inflamasi (ibuprofen 600 mg) 1 jam pre-prosedur untuk kurangi nyeri dan kram
  12. 12Bawa pendamping karena kemungkinan tidak bisa nyetir pasca-prosedur
  13. 13Kosongkan kandung kemih sesaat sebelum prosedur

Langkah prosedur

  1. 1Pasien posisi litotomi (tidur telentang dengan kaki di stirrup)
  2. 2Anestesi: pilihan tergantung jenis prosedur dan toleransi pasien:
  3. 3 - Anestesi LOKAL (paracervical block dengan lidokain) — untuk histeroskopi diagnostik sederhana
  4. 4 - SEDASI ringan (midazolam, fentanyl) — kombinasi dengan lokal
  5. 5 - ANESTESI UMUM atau SPINAL — untuk prosedur operatif kompleks (reseksi miom besar, ablasi)
  6. 6Pembersihan vagina dan serviks dengan antiseptik (povidone iodine)
  7. 7Speculum dipasang untuk visualisasi serviks
  8. 8Serviks dipegang dengan tenakulum
  9. 9DILATASI serviks bertahap dengan dilator Hegar (jika perlu, terutama nulipara/menopause)
  10. 10HISTEROSKOP (teleskop tipis 3-5 mm, atau 10 mm untuk operatif) dimasukkan melalui vagina-serviks ke kavum uteri
  11. 11CAIRAN DISTENSI dipompa untuk membuka rongga rahim:
  12. 12 - Saline isotonik untuk diagnostik dan beberapa operatif (bipolar)
  13. 13 - Glycine atau sorbitol untuk operatif monopolar (risiko absorpsi cairan)
  14. 14 - CO2 gas (sudah jarang dipakai)
  15. 15INSPEKSI sistematik kavum uteri: tampak dinding anterior-posterior-lateral, ostium tuba kanan-kiri, endometrium
  16. 16Dokumentasi foto/video untuk catatan medis
  17. 17TINDAKAN OPERATIF (jika diperlukan):
  18. 18 - POLIPEKTOMI: angkat polip dengan grasper atau resektoskop
  19. 19 - MIOMEKTOMI: reseksi miom submukosa dengan resektoskop loop, morselator, atau Versapoint
  20. 20 - LISIS ADESI: pisahkan adesi intrauterin dengan scissors atau elektroda
  21. 21 - REKSEKSI SEPTUM uteri: angkat sekat rahim
  22. 22 - ABLASI ENDOMETRIUM: bakar lapisan endometrium (loop, NovaSure, Thermachoice) untuk perdarahan berat
  23. 23 - BIOPSI TARGETED: ambil sampel jaringan yang abnormal untuk patologi
  24. 24Histeroskop dikeluarkan, periksa kembali serviks dan vagina untuk perdarahan
  25. 25Speculum dikeluarkan, pasien dipindahkan ke recovery room
  26. 26Total durasi: 15-30 menit diagnostik, 30-90 menit operatif kompleks

Pemulihan

Rawat jalan untuk mayoritas kasus. Kram perut bawah ringan-sedang 1-2 hari (mirip kram haid). Bercak darah/spotting 3-7 hari (sampai 2 minggu setelah ablasi). Boleh kembali aktivitas ringan dalam 1-2 hari. Hindari hubungan seksual, tampon, dan berenang selama 2 minggu. Pekerjaan kantor: bisa kembali 1-3 hari. Olahraga berat: tunggu 1-2 minggu. Pasca anestesi umum: tidak boleh menyetir, mengoperasikan mesin berat, atau menandatangani dokumen penting 24 jam.

Risiko & Komplikasi

  • Perdarahan ringan-sedang (umum, biasanya berhenti dalam 7 hari)
  • Kram perut bawah (umum, ibuprofen membantu)
  • PERFORASI UTERUS (0.5-3%) — risiko lebih tinggi pada uterus retrofleksi, miom besar, dilatasi serviks paksa. Bisa cedera usus/kandung kemih → bedah emergency
  • INFEKSI (endometritis, salpingitis, sepsis pelvik): 0.5-1.5%. Antibiotik IV jika terjadi
  • OVERLOAD CAIRAN (fluid overload syndrome) — terutama saat operatif lama dengan glycine atau sorbitol → hiponatremia, edema paru, kejang. Risiko 0.2% dengan glycine, lebih rendah dengan saline bipolar
  • CEDERA SERVIKS (tear, robekan) akibat dilatasi atau tenakulum
  • REAKSI ANESTESI: dari sedasi atau anestesi umum
  • GAS EMBOLI (sangat jarang, terutama dengan CO2)
  • SINEKIE / ADESI INTRAUTERIN BARU (terutama pasca operatif ekstensif) — risiko Asherman syndrome, kontrasepsi dengan IUD untuk pencegahan sementara
  • GAGAL VISUALISASI atau prosedur tidak komplet (sekitar 1-5%) — butuh prosedur ulang
  • KEGAGALAN ABLASI ENDOMETRIUM untuk kontrol perdarahan jangka panjang (10-30% butuh prosedur ulang atau histerektomi)
  • NYERI KEPALA pasca anestesi spinal

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung dengan rujukan Sp.OG dan indikasi medis. RS swasta self-pay: Histeroskopi diagnostik dengan anestesi lokal: Rp 5-15 juta. Histeroskopi diagnostik dengan anestesi umum/sedasi: Rp 8-20 juta. Polipektomi histeroskopik: Rp 12-25 juta. Miomektomi histeroskopik (submukosa): Rp 18-50 juta tergantung ukuran. Ablasi endometrium: Rp 20-40 juta (alat sekali pakai mahal — NovaSure, Thermachoice). Lisis adesi (Asherman): Rp 15-35 juta. Reseksi septum uteri: Rp 18-40 juta. Termasuk: konsultasi Sp.OG, prosedur, anestesi, kamar operasi, observasi pasca, obat pasca, dan kontrol pertama. Biaya tambahan: USG pre-prosedur (Rp 200-500rb), pemeriksaan patologi sampel (Rp 300-700rb), antibiotik dan analgesik pasca (Rp 100-300rb).

BPJS cover dengan rujukan Sp.OG dan indikasi medis: perdarahan abnormal, polip simptomatik, miom submukosa, infertilitas, dll. RS dengan unit ginekologi endoskopik: RSCM, RS Cipto Mangunkusumo, RS Pondok Indah, RS Premier, Rumah Sakit Awal Bros. Ada subspesialis Sp.OG bidang Reproduksi Endokrinologi & Fertilitas (Sp.OG-KFER) yang biasanya lebih ahli dalam histeroskopi kompleks. Pertimbangkan center of excellence untuk kasus kompleks.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. POGI - Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia
  2. 2. AAGL - American Association of Gynecologic Laparoscopists
  3. 3. ACOG Practice Bulletin - Hysteroscopy
  4. 4. ESGE - European Society for Gynaecological Endoscopy
  5. 5. NICE Guidelines - Heavy Menstrual Bleeding

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.