Lewati ke konten
Maternitas

Induksi Persalinan

Tindakan **merangsang persalinan secara buatan** di rumah sakit ketika **melanjutkan kehamilan dinilai lebih berisiko daripada melahirkan**, dengan pemantauan ibu dan janin.

Durasi
Bervariasi — **prosesnya bisa berjam-jam hingga lebih dari sehari**, tergantung kematangan leher rahim dan respons tubuh.
Pemulihan
Sesuai jenis persalinan yang terjadi (normal atau caesar). Selama di rumah sakit ibu tetap dipantau. **Segera beri tahu bidan/dokter jika perdarahan bertambah banyak, demam, atau nyeri hebat.**
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 15 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Dipertimbangkan saat melanjutkan kehamilan dianggap lebih berisiko daripada melahirkan
  • Kehamilan lewat waktu (postterm)
  • Preeklampsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan)
  • Diabetes kehamilan yang membutuhkan pengakhiran kehamilan tepat waktu
  • Ketuban pecah tetapi belum ada kontraksi
  • Pertumbuhan janin terganggu
  • Keputusan dibuat bersama dokter setelah menimbang manfaat dan risiko; ibu tetap boleh bertanya alasan dan pilihan yang ada

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Dilakukan di rumah sakit dengan pemantauan ibu dan janin (sering dengan CTG/kardiotokografi)
  2. 2Dokter menilai kondisi leher rahim (serviks) untuk memilih metode yang sesuai
  3. 3Diskusikan alasan induksi, cara yang dipilih, serta rencana bila induksi tidak berhasil
  4. 4Beri tahu riwayat kehamilan sebelumnya, riwayat operasi caesar, alergi, dan obat rutin
  5. 5Metode obat seperti prostaglandin/misoprostol dan oksitosin hanya diberikan oleh tenaga medis di rumah sakitjangan pernah membeli atau memakainya sendiri di rumah: obat ini memicu kontraksi kuat sehingga tanpa pengawasan dapat membahayakan ibu dan bayi (risiko perdarahan dan infeksi)

Langkah prosedur

  1. 1Metode dipilih bertahap sesuai kondisi leher rahim
  2. 2Mematangkan leher rahim: obat prostaglandin/misoprostol atau balon kateter, di bawah pengawasan medis
  3. 3Pemberian oksitosin lewat infus untuk memicu dan mengatur kontraksi
  4. 4Memecahkan ketuban (amniotomi) bila kondisi memungkinkan
  5. 5Kondisi ibu dan detak jantung janin dipantau ketat selama proses berlangsung
  6. 6Bila muncul tanda bahaya, dokter dapat mengubah rencana termasuk mempercepat kelahiran

Pemulihan

Sesuai jenis persalinan yang terjadi (normal atau caesar). Selama di rumah sakit ibu tetap dipantau. Segera beri tahu bidan/dokter jika perdarahan bertambah banyak, demam, atau nyeri hebat.

Risiko & Komplikasi

  • Kontraksi terlalu kuat atau terlalu sering yang dapat memengaruhi bayi
  • Gawat janin (perubahan detak jantung janin)
  • Infeksi
  • Kemungkinan induksi gagal sehingga perlu operasi caesar
  • Karena itu induksi dilakukan di rumah sakit dengan pemantauan. Tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan dari jalan lahir, nyeri perut hebat satu sisi disertai pusing/pingsan (curiga kehamilan ektopik pecah), sakit kepala hebat + pandangan kabur + bengkak (preeklampsia berat), tidak bisa menahan cairan sama sekali, atau gerak janin berkurang drastis → SEGERA ke IGD / hubungi 119

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

Ditanggung BPJS sesuai indikasi persalinan. Swasta: bagian dari biaya persalinan/rawat inap.

Di rumah sakit dengan pemantauan.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. POGI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.