Injeksi Epidural Steroid (ESI)
Penyuntikan **obat kortikosteroid** ke **ruang epidural** di sekitar saraf tulang belakang untuk **mengurangi peradangan dan nyeri menjalar**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Nyeri menjalar akibat saraf kejepit (HNP)
- Penyempitan kanal tulang belakang (stenosis)
- Nyeri menjalar ke tungkai (skiatika)
- Dipertimbangkan bila obat dan fisioterapi belum memberi hasil cukup — bukan untuk semua kasus
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter jika mengonsumsi obat pengencer darah, karena mungkin perlu dihentikan sementara
- 2Beri tahu jika memiliki diabetes (gula darah bisa naik sementara), alergi obat, atau sedang hamil/demam/infeksi
- 3Biasanya tidak perlu puasa, namun ikuti instruksi tim medis
- 4Atur pendamping untuk mengantar pulang jika diberi obat penenang ringan
Langkah prosedur
- 1Pasien berbaring (umumnya telungkup), area punggung dibersihkan dan diberi bius lokal
- 2Dokter mengarahkan jarum ke ruang epidural, sering dengan panduan sinar-X (fluoroskopi) agar tepat sasaran
- 3Disuntikkan obat kortikosteroid, kadang bersama bius lokal, untuk menekan peradangan di sekitar saraf
- 4Pasien diobservasi sebentar sebelum diperbolehkan pulang
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri atau memar di tempat suntikan
- Sakit kepala setelah tindakan
- Kenaikan gula darah sementara (terutama pada penderita diabetes)
- Jarang: infeksi atau cedera saraf
Estimasi Biaya
BPJS: dapat ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 2.000.000-8.000.000 per sesi, bergantung rumah sakit dan penggunaan fluoroskopi.
Biaya bervariasi menurut jumlah level yang disuntik, penggunaan panduan sinar-X, dan fasilitas. Pastikan ke fasilitas kesehatan untuk angka pasti.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
- 1. Kemenkes RI
- 2. PERDOSSI
- 3. CDC
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.