Kardiotokografi (CTG)
Pemeriksaan yang **merekam denyut jantung janin dan kontraksi rahim** secara bersamaan untuk menilai **kesejahteraan (kondisi) janin**. **Tidak menyakitkan dan tanpa risiko** bagi ibu maupun janin.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Menilai kesejahteraan (kondisi) janin lewat pola denyut jantung janin
- Pemantauan rutin pada akhir kehamilan dan selama persalinan
- Bila ada kekhawatiran: gerak janin berkurang, kehamilan berisiko, hipertensi, atau diabetes
Persiapan sebelum prosedur
- 1Umumnya tanpa persiapan khusus; ibu boleh makan dan minum lebih dulu
- 2Sebaiknya kosongkan kandung kemih agar lebih nyaman selama pemeriksaan
- 3Beri tahu bidan/dokter bila ibu merasa gerak janin berkurang
Langkah prosedur
- 1Ibu berbaring atau setengah duduk dalam posisi yang nyaman
- 2Dua sabuk berisi sensor dipasang di perut untuk merekam denyut jantung janin dan kontraksi rahim bersamaan
- 3Alat merekam selama sekitar 20-40 menit dan menghasilkan grafik
- 4Dokter/bidan membaca pola sebagai "reassuring" (menenangkan) atau "non-reassuring" (perlu perhatian)
- 5Bila pola tidak meyakinkan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan atau mempercepat persalinan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Tidak ada risiko bagi ibu/janin — pemeriksaan aman dan tidak menyakitkan
- Sabuk sensor kadang terasa sedikit menekan atau kurang nyaman
- Rekaman kadang perlu diulang bila janin sedang tidur atau sinyal kurang jelas
Estimasi Biaya
Ditanggung BPJS pada pemeriksaan kehamilan/persalinan sesuai indikasi. Swasta: Rp 100.000-400.000.
Tanpa rasa sakit; menilai kondisi janin.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.