Kateterisasi Jantung (Angiografi Koroner)
Pemeriksaan invasif minimal melalui kateter di pembuluh darah untuk evaluasi penyumbatan arteri koroner. Bisa langsung pasang stent.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Diagnosis penyakit jantung koroner
- Evaluasi sebelum operasi jantung
- Setelah serangan jantung (STEMI urgent)
- Nyeri dada (angina) yang tidak respons obat
- Stress test positif untuk iskemia
- Sekaligus pemasangan stent (PCI) jika ditemukan penyumbatan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa 6-8 jam
- 2Hentikan metformin 48 jam sebelum (risiko kontras)
- 3Cek fungsi ginjal
- 4Anti-platelet (aspirin + clopidogrel) sesuai dokter
- 5Cukur area pangkal paha jika akses femoral
- 6Pasang infus
Langkah prosedur
- 1Anestesi lokal di area akses (pergelangan tangan radial atau pangkal paha femoral)
- 2Kateter fleksibel dimasukkan ke pembuluh darah
- 3Kateter dipandu ke jantung di bawah X-ray (fluoroskopi)
- 4Kontras disuntikkan ke arteri koroner
- 5Gambar X-ray menunjukkan penyumbatan
- 6Jika ada penyumbatan signifikan: balon dilatasi + stent dipasang (PCI/angioplasty)
- 7Kateter dilepas, area akses ditekan/dikompres
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Pendarahan atau hematoma di area akses
- Reaksi alergi kontras
- Nefropati kontras
- Stroke (sangat jarang, <0.5%)
- Serangan jantung selama prosedur
- Aritmia
- Kerusakan pembuluh darah
- Infeksi (jarang)
Estimasi Biaya
BPJS: Gratis (diagnostik & PCI) di RS jantung rujukan. Swasta: Diagnostik Rp 15-30 juta. PCI + 1 stent: Rp 80-200 juta. Stent kompleks: Rp 150-300 juta.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.