Lewati ke konten
Terapi

Pemasangan Kateter Urin

Tindakan **memasukkan selang lentur (kateter) melalui lubang kencing ke kandung kemih** untuk mengeluarkan urin saat seseorang tidak bisa berkemih sendiri.

Durasi
Sekitar **5-15 menit** untuk pemasangannya.
Pemulihan
Bisa langsung beraktivitas ringan. Bila kateter **menetap**, dirawat di rumah dengan menjaga kebersihan dan **cukup minum**. **Jangan menarik atau melepas kateter secara paksa sendiri** — hubungi tenaga medis bila terasa sangat tidak nyaman.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Tidak bisa berkemih sendiri (retensi urin), misalnya akibat pembesaran prostat atau sumbatan saluran kemih
  • Setelah operasi atau saat kondisi membuat berkemih sulit
  • Perlu pemantauan jumlah urin secara akurat pada pasien tertentu
  • Mengosongkan kandung kemih sebelum tindakan medis tertentu

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Biasanya tidak perlu puasa; bisa dilakukan di IGD, rawat inap, atau poliklinik
  2. 2Beri tahu petugas bila ada alergi lateks atau riwayat sulit dipasang kateter sebelumnya
  3. 3Sampaikan riwayat operasi prostat/saluran kemih agar pemasangan lebih hati-hati
  4. 4Tenaga medis menyiapkan alat steril dan pelumas berisi gel bius ringan untuk mengurangi nyeri

Langkah prosedur

  1. 1Area kelamin dibersihkan dengan antiseptik, petugas memakai teknik bersih/steril
  2. 2Pelumas dioleskan agar selang lebih mudah masuk dan tidak melukai
  3. 3Kateter dimasukkan perlahan melalui lubang kencing hingga urin mengalir keluar
  4. 4Balon kecil di ujung kateter diisi air steril agar selang tidak mudah lepas (pada kateter menetap)
  5. 5Kateter sementara dilepas setelah kandung kemih kosong; kateter menetap dihubungkan ke kantong urin untuk beberapa waktu

Pemulihan

Bisa langsung beraktivitas ringan. Bila kateter menetap, dirawat di rumah dengan menjaga kebersihan dan cukup minum. Jangan menarik atau melepas kateter secara paksa sendiri — hubungi tenaga medis bila terasa sangat tidak nyaman.

Risiko & Komplikasi

  • Infeksi saluran kemih — risiko utama, terutama pada kateter menetap
  • Rasa tidak nyaman, iritasi, atau perlukaan kecil pada saluran kencing
  • Kateter tersumbat atau bocor sehingga urin tidak mengalir
  • Segera lapor bila urin berdarah banyak, demam, atau tidak ada urin keluar

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung sebagai bagian perawatan sesuai indikasi medis. Swasta: kisaran Rp 150.000-500.000 termasuk alat, bisa berbeda tiap fasilitas.

Biaya kantong urin dan penggantian kateter berkala dapat menambah total pada kateter menetap.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI)
  2. 2. Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.