Pemasangan Kateter Urin
Tindakan **memasukkan selang lentur (kateter) melalui lubang kencing ke kandung kemih** untuk mengeluarkan urin saat seseorang tidak bisa berkemih sendiri.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Tidak bisa berkemih sendiri (retensi urin), misalnya akibat pembesaran prostat atau sumbatan saluran kemih
- Setelah operasi atau saat kondisi membuat berkemih sulit
- Perlu pemantauan jumlah urin secara akurat pada pasien tertentu
- Mengosongkan kandung kemih sebelum tindakan medis tertentu
Persiapan sebelum prosedur
- 1Biasanya tidak perlu puasa; bisa dilakukan di IGD, rawat inap, atau poliklinik
- 2Beri tahu petugas bila ada alergi lateks atau riwayat sulit dipasang kateter sebelumnya
- 3Sampaikan riwayat operasi prostat/saluran kemih agar pemasangan lebih hati-hati
- 4Tenaga medis menyiapkan alat steril dan pelumas berisi gel bius ringan untuk mengurangi nyeri
Langkah prosedur
- 1Area kelamin dibersihkan dengan antiseptik, petugas memakai teknik bersih/steril
- 2Pelumas dioleskan agar selang lebih mudah masuk dan tidak melukai
- 3Kateter dimasukkan perlahan melalui lubang kencing hingga urin mengalir keluar
- 4Balon kecil di ujung kateter diisi air steril agar selang tidak mudah lepas (pada kateter menetap)
- 5Kateter sementara dilepas setelah kandung kemih kosong; kateter menetap dihubungkan ke kantong urin untuk beberapa waktu
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Infeksi saluran kemih — risiko utama, terutama pada kateter menetap
- Rasa tidak nyaman, iritasi, atau perlukaan kecil pada saluran kencing
- Kateter tersumbat atau bocor sehingga urin tidak mengalir
- Segera lapor bila urin berdarah banyak, demam, atau tidak ada urin keluar
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sebagai bagian perawatan sesuai indikasi medis. Swasta: kisaran Rp 150.000-500.000 termasuk alat, bisa berbeda tiap fasilitas.
Biaya kantong urin dan penggantian kateter berkala dapat menambah total pada kateter menetap.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.