Kemoterapi
Terapi obat untuk membunuh sel kanker yang membelah cepat. Bisa kuratif, paliatif, atau ajuvan setelah operasi.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengobati kanker (kuratif untuk beberapa kanker darah)
- Menyusutkan tumor sebelum operasi (neoajuvan)
- Membunuh sel kanker tersisa setelah operasi (ajuvan)
- Mengontrol kanker stadium lanjut dan kurangi gejala (paliatif)
Persiapan sebelum prosedur
- 1Cek darah lengkap, fungsi ginjal & hati
- 2Echocardiography (untuk obat kardiotoksik)
- 3Persiapan akses vena (port central kadang dipasang)
- 4Edukasi efek samping dan cara mengatasi
- 5Persiapan psikologis dan support family
Langkah prosedur
- 1Pasang infus atau gunakan port chest
- 2Premedikasi (antiemetik, kortikosteroid)
- 3Pemberian obat kemoterapi (durasi 1-8 jam tergantung regimen)
- 4Observasi reaksi alergi
- 5Pulang dengan obat antiemetik dan jadwal kontrol
- 6Diulang per siklus (umumnya 21 hari) sebanyak 4-12 siklus
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Mual dan muntah (dikontrol dengan antiemetik modern)
- Rambut rontok (sementara, tumbuh kembali setelah selesai)
- Kelelahan ekstrem
- Penurunan kekebalan tubuh (risiko infeksi)
- Anemia, mudah memar/pendarahan
- Mukositis (luka di mulut)
- Toksisitas jantung, ginjal, saraf (tergantung obat)
- Infertilitas (sebagian obat)
Estimasi Biaya
BPJS: Gratis di RS rujukan (regimen standar). Swasta: Rp 3-15 juta per siklus, total 4-12 siklus.
Beberapa obat baru/targeted therapy bisa Rp 30-100 juta per siklus dan tidak ditanggung BPJS.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.