Kolposkopi
Pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan alat pembesar bercahaya untuk memeriksa sel abnormal, biasanya setelah hasil Pap smear yang tidak normal.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Menindaklanjuti hasil Pap smear yang tidak normal
- Pemeriksaan lebih dekat leher rahim (serviks) untuk mencari sel pra-kanker
- Evaluasi infeksi HPV berisiko tinggi
- Memeriksa perdarahan atau kelainan pada serviks
Persiapan sebelum prosedur
- 1Tidak dilakukan saat sedang haid (jadwalkan di luar masa menstruasi)
- 2Hindari hubungan intim, tampon, dan obat vagina 1-2 hari sebelumnya
- 3Beritahu dokter bila sedang atau mungkin hamil
- 4Boleh minum pereda nyeri ringan sebelumnya bila disarankan
Langkah prosedur
- 1Posisi seperti pemeriksaan Pap smear, alat spekulum dipasang
- 2Dokter mengamati serviks dengan kolposkop (mikroskop bercahaya) dari luar tubuh
- 3Cairan khusus dioleskan agar area abnormal lebih jelas terlihat
- 4Bila ada area mencurigakan, diambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa
- 5Total pemeriksaan umumnya 10-20 menit
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri atau kram ringan saat biopsi
- Flek atau perdarahan ringan setelah biopsi
- Infeksi (jarang)
- Pemeriksaan tanpa biopsi umumnya tidak menimbulkan nyeri berarti
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 500.000-2.000.000 (lebih tinggi bila disertai biopsi dan pemeriksaan patologi).
Kolposkopi adalah langkah penting deteksi dini kanker serviks setelah skrining (Pap smear/IVA) yang abnormal.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.