Lewati ke konten
Operasi / Pembedahan

Operasi LASIK (Koreksi Mata Minus/Plus/Silinder)

Operasi laser bedah mata untuk membentuk ulang kornea — menghilangkan minus, plus, atau silinder. Hasil permanen, recovery cepat 24-48 jam.

Durasi
Operasi: 10-15 menit (kedua mata). Total waktu di klinik: 1.5-2 jam (termasuk persiapan + observasi).
Pemulihan
Penglihatan kabur 4-6 jam post-op. Boleh aktivitas ringan hari berikutnya. Penglihatan stabil dalam 1-3 hari. Olahraga ringan setelah 1 minggu. Renang/diving setelah 4 minggu. Stabilisasi akhir refraksi: 3-6 bulan.
BPJS
Tidak ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 21 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Miopia (mata minus): -1.00 sampai -10.00 D
  • Hiperopia (mata plus): +1.00 sampai +6.00 D
  • Astigmatisme (mata silinder): sampai 6.00 D
  • Bebas dari kacamata atau lensa kontak (kosmetik dan praktis)
  • Profesi yang butuh penglihatan baik tanpa kacamata (pilot, polisi, atlet)
  • Tidak nyaman pakai lensa kontak
  • Alergi lensa kontak

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Lepas lensa kontak: soft 1 minggu, hard 4 minggu sebelum konsultasi
  2. 2Pemeriksaan komprehensif mata 2-3 minggu pre-op (topografi kornea, pachymetry, refraksi)
  3. 3Pastikan refraksi STABIL > 1 tahun (kalau masih berubah-ubah, tunda)
  4. 4Usia minimal 18 tahun (idealnya 21+)
  5. 5Tidak hamil/menyusui (hormon ubah refraksi)
  6. 6Tidak ada infeksi mata aktif
  7. 7Hari operasi: cuci muka tanpa makeup, datang dengan baju berkancing depan
  8. 8Bawa pendamping (pulang naik mobil sendiri tidak disarankan)
  9. 9Jangan pakai parfum/cologne (uap mengiritasi mata)
  10. 10Puasa TIDAK perlu - boleh makan minum normal

Langkah prosedur

  1. 1Persiapan: tetes mata anestesi + kelopak mata difiksasi dengan retractor
  2. 2Step 1: Flap creation - laser femtosecond atau microkeratome buat flap tipis 100-110 μm di kornea (10 detik per mata)
  3. 3Flap dibuka seperti halaman buku
  4. 4Step 2: Excimer laser ablation - laser membentuk ulang kornea sesuai data refraksi (15-30 detik per mata)
  5. 5Pasien diminta fokus ke lampu hijau berkedip
  6. 6Flap dikembalikan ke posisi - menempel sendiri tanpa jahitan
  7. 7Tetes antibiotik + lubrikan
  8. 8Total waktu kedua mata: 10-15 menit di ruang operasi

Pemulihan

Penglihatan kabur 4-6 jam post-op. Boleh aktivitas ringan hari berikutnya. Penglihatan stabil dalam 1-3 hari. Olahraga ringan setelah 1 minggu. Renang/diving setelah 4 minggu. Stabilisasi akhir refraksi: 3-6 bulan.

Risiko & Komplikasi

  • Mata kering (paling umum, 50-60% di 6 bulan pertama, biasanya membaik)
  • Silau / halos / starburst di malam hari (10-20%, biasanya membaik)
  • Under-correction (kurang) atau over-correction (lebih) — bisa enhancement 6 bulan kemudian
  • Flap displacement (1 dari 1000 - butuh repositioning emergency)
  • Infeksi (sangat jarang, < 0.1%)
  • Ektasia kornea / penonjolan kornea (sangat jarang, harus skrining ketat pre-op)
  • Regresi (mata jadi minus lagi) - jarang pada koreksi <-6 D
  • Tidak bisa LASIK lagi kalau kornea sudah tipis

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan tidak menanggung

LASIK konvensional: Rp 15-25 juta/mata. Femto-LASIK (no-blade): Rp 25-35 juta/mata. SMILE (alternatif): Rp 35-50 juta/mata. Termasuk konsultasi + 6 bulan follow-up.

BPJS TIDAK cover (dianggap kosmetik). Beberapa asuransi swasta cover sebagian. Banyak RS punya paket cicilan 0% via kartu kredit. Jangan pilih berdasarkan harga termurah — klinik kredibel + dokter berpengalaman lebih penting.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. AAO - LASIK Patient Information
  2. 2. PERDAMI - Pedoman Bedah Refraktif Indonesia

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.