Odontektomi (Operasi Gigi Bungsu)
Tindakan bedah kecil untuk mengangkat gigi bungsu yang tumbuh miring atau terpendam (impaksi). Dilakukan dokter gigi spesialis bedah mulut.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Gigi bungsu impaksi (tumbuh miring/terpendam) yang menimbulkan nyeri
- Peradangan gusi berulang di sekitar gigi bungsu (perikoronitis)
- Gigi bungsu mendorong dan merusak gigi sebelahnya
- Kista atau infeksi di sekitar gigi terpendam
- Karies pada gigi bungsu yang sulit dibersihkan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Foto rontgen gigi (panoramik) untuk melihat posisi gigi dan akar
- 2Pemeriksaan riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi
- 3Hentikan obat pengencer darah bila diinstruksikan dokter
- 4Makan secukupnya sebelum tindakan (bila bius lokal)
- 5Atur pendamping bila menggunakan sedasi
Langkah prosedur
- 1Pemberian bius lokal (atau sedasi pada kasus tertentu)
- 2Sayatan kecil pada gusi untuk membuka akses ke gigi
- 3Bila perlu, sebagian tulang di sekitar gigi disingkirkan
- 4Gigi kadang dipotong menjadi beberapa bagian agar mudah diangkat
- 5Pembersihan area lalu penjahitan gusi
- 6Total tindakan umumnya 30-60 menit
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Bengkak, nyeri, dan memar sementara
- Dry socket (gumpalan darah lepas) yang menimbulkan nyeri
- Infeksi pada area operasi
- Mati rasa sementara pada bibir/lidah bila dekat saraf (jarang menetap)
- Perdarahan
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan rujukan untuk indikasi medis. Swasta: Rp 1,5-7 juta per gigi tergantung tingkat impaksi.
Biaya naik untuk impaksi yang dalam/horizontal yang butuh teknik lebih kompleks. Gigi impaksi ringan lebih murah.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.