Operasi Angkat Rahim (Histerektomi)
Operasi untuk **mengangkat rahim (uterus)**. Setelah rahim diangkat, seseorang **tidak lagi haid dan tidak bisa hamil** — sifatnya **permanen**, sehingga perlu dipikirkan matang bersama dokter.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mioma (miom) besar yang menimbulkan gejala berat
- Perdarahan dari rahim yang tidak terkendali
- Endometriosis berat yang tidak membaik dengan terapi lain
- Turunnya rahim (prolaps uteri)
- Kanker kandungan (rahim, leher rahim, atau indung telur)
- Umumnya dipilih setelah pengobatan lain tidak berhasil
Persiapan sebelum prosedur
- 1Diskusi mendalam dengan dokter — pahami bahwa ini keputusan permanen dan tidak bisa hamil lagi setelahnya
- 2Bila masih ingin punya anak, tanyakan dulu alternatif yang mempertahankan rahim
- 3Pemeriksaan darah, USG, dan penilaian sebelum bius
- 4Puasa sesuai instruksi tim medis
- 5Beri tahu semua obat rutin, alergi, dan riwayat penyakit
Langkah prosedur
- 1Pasien dibius (bius total atau bius regional sesuai metode)
- 2Rahim diangkat lewat perut (laparotomi), lewat vagina, atau lewat laparoskopi (sayatan kecil) — dokter memilih yang paling sesuai
- 3Bila ada indikasi, indung telur dan/atau leher rahim dapat ikut diangkat
- 4Bila indung telur ikut diangkat, tubuh bisa langsung memasuki menopause
- 5Luka ditutup dan pasien dipantau di ruang pemulihan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perdarahan
- Infeksi pada luka atau dalam rongga perut
- Cedera organ sekitar (kandung kemih, usus, atau saluran kemih)
- Reaksi terhadap bius
- Bila indung telur diangkat: menopause dan gejalanya
- Permanen — tidak akan haid lagi dan tidak bisa hamil
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis & prosedur rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi mulai puluhan juta rupiah, tergantung metode, kelas rawat, dan rumah sakit.
Biaya berbeda untuk metode perut, vagina, atau laparoskopi. Konfirmasikan ke rumah sakit dan BPJS Anda.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.