Operasi Batu Empedu (Kolesistektomi)
Operasi yang **mengangkat kantong empedu** (bukan sekadar batunya) sebagai penanganan utama batu empedu yang sudah menimbulkan gejala.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Serangan nyeri kolik berulang akibat batu empedu
- Radang kantong empedu (kolesistitis)
- Batu menyumbat saluran sehingga menimbulkan nyeri hebat, demam, atau kuning
- Penting dipahami: batu empedu yang tidak bergejala sering tidak perlu dioperasi dan cukup dipantau dokter
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa beberapa jam sebelum operasi sesuai instruksi (karena memakai bius umum)
- 2Beri tahu dokter semua obat, terutama pengencer darah, serta riwayat alergi
- 3Jalani pemeriksaan penunjang seperti USG, darah, dan EKG bila diminta
- 4Atur pendamping untuk mengantar pulang setelah efek bius hilang
Langkah prosedur
- 1Pasien dibius umum sehingga tertidur dan tidak merasa nyeri
- 2Paling sering dengan laparoskopi: dokter membuat beberapa sayatan kecil di perut dan memasukkan kamera serta alat
- 3Kantong empedu dilepaskan lalu diangkat seluruhnya melalui salah satu sayatan
- 4Pada kasus tertentu dokter dapat beralih ke operasi terbuka (sayatan lebih besar) bila diperlukan demi keamanan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Infeksi pada luka
- Perdarahan
- Reaksi terhadap bius
- Yang jarang namun penting: cedera saluran empedu yang dapat memerlukan penanganan lanjut
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 15.000.000-45.000.000, sangat bervariasi.
Biaya dipengaruhi teknik (laparoskopi vs terbuka), kelas rawat, rumah sakit, dan kondisi pasien. Selalu konfirmasi ke fasilitas kesehatan.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.