Operasi Caesar (Sectio Caesarea)
Persalinan melalui sayatan di perut dan rahim ketika persalinan normal berisiko bagi ibu atau bayi.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Bayi sungsang atau melintang
- Plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir)
- Gawat janin (denyut jantung bayi tidak stabil)
- Persalinan tidak maju (distosia)
- Riwayat caesar sebelumnya (kasus tertentu)
- Hipertensi berat / preeklampsia
- Bayi terlalu besar (makrosomia)
- Permintaan ibu (elektif, dengan indikasi)
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa 6-8 jam sebelum operasi
- 2Cek darah lengkap, tes pembekuan, golongan darah
- 3USG untuk konfirmasi posisi bayi dan plasenta
- 4Hentikan obat pengencer darah (jika ada)
- 5Cukur bulu pubis (dilakukan di RS)
- 6Pasang infus dan kateter urine
Langkah prosedur
- 1Pemberian anestesi (biasanya spinal/epidural - ibu sadar)
- 2Sayatan horizontal di perut bawah (~10-15 cm)
- 3Sayatan pada rahim
- 4Pengeluaran bayi (umumnya dalam 5-10 menit)
- 5Plasenta dikeluarkan
- 6Penjahitan rahim dan dinding perut (lapis demi lapis)
- 7Total durasi: 30-60 menit
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Infeksi luka operasi
- Perdarahan
- Pembekuan darah (DVT)
- Reaksi anestesi
- Cedera kandung kemih atau usus (jarang)
- Risiko di kehamilan berikutnya (plasenta akreta, ruptur uteri)
- Bayi bisa lahir dengan masalah napas sementara
Estimasi Biaya
BPJS: Gratis sesuai kelas iuran. Swasta: Rp 12-50 juta.
BPJS hanya menanggung jika ada indikasi medis. Caesar elektif (atas permintaan) tidak ditanggung BPJS.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.