Operasi Bypass Jantung (CABG)
Pembuatan jalur darah baru mengelilingi penyumbatan arteri koroner menggunakan pembuluh darah dari kaki, dada, atau lengan.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Penyakit jantung koroner berat (penyumbatan banyak pembuluh)
- Angina yang tidak respons obat
- Setelah serangan jantung dengan penyumbatan signifikan
- Penyakit cabang utama kiri (left main disease)
- Diabetes dengan penyakit jantung multi-vessel
Persiapan sebelum prosedur
- 1Angiografi koroner untuk pemetaan penyumbatan
- 2Echocardiography, EKG, stress test
- 3Cek darah lengkap, fungsi ginjal, hati
- 4Hentikan rokok minimal 4 minggu sebelum
- 5Hentikan pengencer darah (warfarin, clopidogrel) sesuai jadwal
- 6Puasa 8 jam sebelum operasi
- 7Konsultasi anestesi
Langkah prosedur
- 1Anestesi umum
- 2Sayatan di dada (sternotomy)
- 3Jantung dihentikan sementara, fungsi diambil alih mesin jantung-paru (CPB)
- 4Pembuluh darah donor diambil: vena saphena (kaki), arteri mammaria (dada), atau arteri radialis (lengan)
- 5Penyambungan bypass ke arteri koroner yang tersumbat
- 6Jantung dihidupkan kembali
- 7Penutupan sayatan dengan kawat sternum
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Stroke (1-2%)
- Serangan jantung selama atau setelah operasi
- Infeksi luka sternum (mediastinitis)
- Aritmia (umum, biasanya transien)
- Gagal ginjal
- Komplikasi paru
- Pendarahan
- Kematian (1-3% pada pasien rendah risiko, lebih tinggi pada risiko tinggi)
Estimasi Biaya
BPJS: Gratis di RS jantung pemerintah dengan antrian (RSJPDHK Harapan Kita, dll). Swasta: Rp 150-400 juta.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.