Operasi Miom (Miomektomi)
Operasi untuk **mengangkat mioma (tumor jinak otot rahim) sambil mempertahankan rahim** — pilihan bagi wanita yang **masih ingin hamil atau mempertahankan rahimnya**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Perdarahan haid yang berat akibat mioma
- Nyeri atau rasa tertekan di panggul
- Mioma yang mengganggu kesuburan atau kehamilan
- Ingin mempertahankan rahim (masih merencanakan kehamilan)
Persiapan sebelum prosedur
- 1Pemeriksaan USG (kadang MRI) untuk menilai ukuran, jumlah, dan lokasi mioma
- 2Tes darah dan koreksi anemia bila ada
- 3Puasa sebelum tindakan sesuai instruksi (untuk bius)
- 4Diskusikan rencana kehamilan dengan dokter — ini memengaruhi pilihan teknik
Langkah prosedur
- 1Diberikan bius umum atau regional
- 2Dokter memilih jalur: laparoskopi atau histeroskopi (sayatan kecil atau lewat vagina) atau bedah terbuka, tergantung ukuran, jumlah, dan lokasi mioma
- 3Mioma diangkat satu per satu, rahim dijahit dan dipertahankan
- 4Luka ditutup dan pasien dipantau di ruang pemulihan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perdarahan saat atau setelah operasi
- Infeksi pada luka
- Perlengketan di dalam panggul
- Kadang perlu beralih ke pengangkatan rahim bila perdarahan sulit dikendalikan
- Mioma bisa tumbuh kembali setelah miomektomi
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi luas tergantung teknik (laparoskopi vs terbuka), rumah sakit, dan kelas perawatan.
Mioma bersifat jinak — tidak semuanya perlu dioperasi; yang tanpa gejala sering cukup dipantau. Keputusan operasi sebaiknya didiskusikan dengan dokter kandungan.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
- 1. Kemenkes RI
- 2. POGI
- 3. WHO
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.