Operasi Prostat (TURP)
Tindakan mengangkat sebagian jaringan prostat yang membesar lewat saluran kencing (tanpa sayatan luar), untuk mengatasi keluhan berkemih akibat BPH.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Pembesaran prostat jinak (BPH) dengan gejala berkemih berat yang tidak membaik dengan obat
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali (retensi urine) berulang
- Infeksi saluran kemih berulang akibat prostat membesar
- Perdarahan dari prostat
- Kerusakan kandung kemih atau ginjal akibat sumbatan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Pemeriksaan PSA, urine, fungsi ginjal, dan ukuran prostat (USG)
- 2Hentikan obat pengencer darah sesuai arahan dokter
- 3Puasa sebelum operasi (anestesi spinal/umum)
- 4Pemeriksaan jantung dan kondisi umum
Langkah prosedur
- 1Pemberian anestesi (spinal atau umum)
- 2Alat resektoskop dimasukkan lewat saluran kencing (tanpa sayatan di kulit)
- 3Jaringan prostat yang menyumbat dipotong dan dibuang sedikit demi sedikit
- 4Dipasang kateter untuk mengalirkan urine dan membilas
- 5Total tindakan umumnya 45-90 menit
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perdarahan
- Infeksi saluran kemih
- Ejakulasi mundur (air mani masuk ke kandung kemih) — umum dan tidak berbahaya
- Kesulitan menahan kencing sementara
- Penyempitan saluran kencing di kemudian hari (jarang)
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 15-50 juta tergantung teknik (TURP konvensional vs laser) dan kelas rawat.
Teknik laser (mis. green light) umumnya lebih mahal namun perdarahan lebih sedikit dan pemulihan lebih cepat pada kasus tertentu.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.