Lewati ke konten
Operasi / Pembedahan

Operasi Usus Buntu (Apendektomi)

Pengangkatan usus buntu yang meradang. Salah satu operasi darurat paling umum, biasanya laparoskopi.

Durasi
30-60 menit (laparoskopi) atau 1-1.5 jam (buka)
Pemulihan
Laparoskopi: pulang 1-2 hari, kembali aktivitas ringan 1 minggu, normal 2-3 minggu. Buka: pulang 3-5 hari, normal 4-6 minggu.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 8 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Apendisitis akut (radang usus buntu)
  • Apendisitis perforata (pecah)
  • Abses usus buntu

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Biasanya emergensi (langsung dari IGD)
  2. 2Puasa setelah diagnosis ditegakkan
  3. 3Pasang infus, antibiotik IV
  4. 4Cek darah lengkap, USG / CT scan

Langkah prosedur

  1. 1Anestesi umum (pasien tidur)
  2. 2Pendekatan laparoskopi: 3 sayatan kecil di perut (preferred - pemulihan cepat)
  3. 3Atau pendekatan buka: 1 sayatan 5-10 cm di perut kanan bawah
  4. 4Identifikasi dan pengangkatan usus buntu
  5. 5Pembilasan jika ada infeksi
  6. 6Penutupan sayatan

Pemulihan

Laparoskopi: pulang 1-2 hari, kembali aktivitas ringan 1 minggu, normal 2-3 minggu. Buka: pulang 3-5 hari, normal 4-6 minggu.

Risiko & Komplikasi

  • Infeksi luka
  • Perdarahan
  • Cedera usus atau pembuluh darah
  • Abses pasca operasi
  • Adhesi (perlengketan jaringan)
  • Reaksi anestesi

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: Gratis. Swasta: Rp 15-40 juta (laparoskopi lebih mahal).

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. PABI - Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.