Operasi Usus Buntu (Apendektomi)
Operasi **mengangkat usus buntu (apendiks) yang meradang** pada kasus **apendisitis** — sebuah kedaruratan bedah.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengatasi apendisitis (radang usus buntu) yang merupakan kedaruratan medis
- Mencegah usus buntu pecah yang dapat memicu infeksi rongga perut (peritonitis) berbahaya
- Menghilangkan gejala khas: nyeri yang mula-mula di sekitar pusar lalu berpindah dan menetap di perut kanan bawah, disertai mual, hilang nafsu makan, dan demam
- Dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan karena penundaan meningkatkan risiko komplikasi
Persiapan sebelum prosedur
- 1Penanganan biasanya dilakukan di IGD/rumah sakit secara darurat, bukan tindakan terjadwal
- 2Pemeriksaan dokter, cek darah, dan USG atau CT scan untuk memastikan diagnosis
- 3Dianjurkan puasa sebelum operasi karena menggunakan bius umum
- 4Pemberian cairan infus dan antibiotik sebelum tindakan
- 5Beri tahu dokter bila Anda mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki alergi obat, atau kemungkinan hamil
Langkah prosedur
- 1Pasien dibius (bius umum) sehingga tidak sadar dan tidak merasakan nyeri
- 2Pendekatan laparoskopi: melalui beberapa sayatan kecil dengan kamera dan alat khusus — umumnya pemulihan lebih cepat dan nyeri pasca-operasi lebih ringan
- 3Pendekatan bedah terbuka: satu sayatan di perut kanan bawah, sering dipilih bila usus buntu sudah pecah atau ada perlengketan
- 4Usus buntu yang meradang diangkat, lalu rongga perut diperiksa dan dibersihkan bila ada infeksi
- 5Luka ditutup dan pasien dipantau di ruang pemulihan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Infeksi luka operasi
- Perdarahan
- Risiko terkait bius umum
- Komplikasi yang lebih besar bila usus buntu sudah pecah, seperti infeksi rongga perut (peritonitis) atau kantong nanah (abses)
- Perlengketan dalam perut di kemudian hari (jarang)
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sebagai tindakan bedah darurat sesuai prosedur rujukan. Mandiri/swasta: kisaran Rp 10.000.000–40.000.000+, bergantung kelas rawat, rumah sakit, dan teknik (laparoskopi vs terbuka).
Adanya komplikasi (mis. usus buntu pecah) dan lama rawat inap dapat menambah biaya.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
- 1. Kemenkes RI
- 2. PAPDI
- 3. WHO
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.