Pap Smear (Skrining Kanker Serviks)
Tes skrining sel-sel di leher rahim untuk deteksi dini perubahan pra-kanker. 5 menit, sedikit tidak nyaman, BUKAN nyeri. Wajib tiap 3 tahun untuk wanita sex-active usia 21-65.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Skrining kanker serviks (#2 kanker wanita Indonesia, banyak meninggal usia produktif)
- Deteksi sel pra-kanker (CIN 1, 2, 3) sebelum jadi kanker invasive
- Konfirmasi displasia serviks
- Monitor pasien dengan HPV positif
- Setelah operasi serviks atau histerektomi (tergantung indikasi)
- Skrining post-vaksinasi HPV (tetap perlu karena vaksin tidak 100%)
Persiapan sebelum prosedur
- 1Jadwalkan saat TIDAK haid (idealnya 10-20 hari setelah hari 1 haid terakhir)
- 2Hindari 48 jam sebelum:
- 3 - Hubungan seksual
- 4 - Vaginal douche atau spray
- 5 - Krim vagina, supositoria
- 6 - Tampon
- 7Beritahu dokter kalau:
- 8 - Sedang antibiotik
- 9 - Hamil
- 10 - Riwayat operasi serviks
- 11 - Pernah Pap abnormal
- 12 - HIV positif (skrining lebih sering)
- 13Pakai pakaian mudah dilepas (rok lebih praktis)
- 14Pergi ke toilet sebelum prosedur (kandung kemih kosong = lebih nyaman)
Langkah prosedur
- 1Ganti baju ke gown medis
- 2Posisi litotomi (berbaring kaki di stirrup)
- 3Dokter masukkan spekulum vaginal (alat metal/plastik untuk buka jalan) — sensasi tekan
- 4Bersihkan serviks dengan kapas
- 5Gunakan brush + spatula untuk ambil sel dari endoserviks + ektoserviks
- 6Sel dimasukkan ke cairan preservatif (liquid-based) atau slide kaca (konvensional)
- 7Spekulum dilepas
- 8Sampel kirim ke lab patologi untuk pemeriksaan mikroskopis
- 9Bisa kombinasi dengan tes HPV DNA (co-testing) — disarankan untuk usia 30+
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Bercak / spotting ringan (10-30%, normal 1-2 hari)
- Tidak nyaman / sensasi tekan (umum, bukan nyeri parah)
- Kram ringan
- Reaksi cemas (vasovagal — pingsan ringan, jarang)
- False negative (10-20%) — itu sebabnya rutin tiap 3 tahun
- False positive (sel atipik tapi bukan kanker) — butuh konfirmasi dengan kolposkopi
- Trauma minor pada vagina/serviks (sangat jarang)
Estimasi Biaya
BPJS cover 1x/tahun untuk wanita 30-50 tahun (program nasional). Pap smear konvensional di RS swasta: Rp 250-500rb. Liquid-based (LBC, lebih akurat): Rp 500rb-1.5 juta. Co-test dengan HPV DNA: Rp 800rb-2.5 juta. Hasil + konsultasi follow-up: tambahan Rp 200-500rb.
Alternatif murah: IVA test (asam asetat) di Puskesmas — Rp 0 (gratis program nasional), sensitivitas lebih rendah dari Pap. Untuk wilayah pedesaan akses terbatas, IVA OK untuk skrining basic.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.