Lewati ke konten
Terapi

Parasentesis (Pengeluaran Cairan Perut/Asites)

Tindakan **mengeluarkan cairan yang menumpuk di rongga perut (asites)** lewat jarum atau selang halus pada dinding perut, setelah **bius lokal** dan sering dipandu **USG**.

Durasi
Sekitar **15-45 menit**, tergantung tujuan dan jumlah cairan yang dikeluarkan.
Pemulihan
Umumnya **rawat jalan** atau observasi singkat di rumah sakit. Segera ke **IGD/119** bila muncul demam tinggi, nyeri perut hebat, perdarahan dari bekas tusukan yang tidak berhenti, atau tanda bahaya lain seperti **muntah darah/perdarahan varises**.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Diagnostik: mengambil sedikit cairan untuk diperiksa di laboratorium guna mencari penyebab asites atau mendeteksi infeksi cairan perut (peritonitis bakterial spontan) yang berbahaya.
  • Terapi: mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak untuk meredakan perut yang sangat tegang dan rasa sesak, terutama pada sirosis hati atau kanker.
  • Menilai ulang kondisi pasien yang asitesnya kembali menumpuk meski sudah diobati.

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Beri tahu dokter semua obat rutin Anda, terutama obat pengencer darah, serta riwayat alergi. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri tanpa instruksi dokter.
  2. 2Biasanya dilakukan pemeriksaan darah (faktor pembekuan) lebih dulu jika diperlukan.
  3. 3Kosongkan kandung kemih (buang air kecil) sebelum tindakan agar lebih aman.
  4. 4Posisi berbaring diatur, dan lokasi tusukan sering ditentukan dengan bantuan USG.

Langkah prosedur

  1. 1Kulit perut dibersihkan dengan antiseptik, lalu diberi bius lokal agar area tusukan mati rasa.
  2. 2Dokter memasukkan jarum atau selang halus menembus dinding perut menuju rongga berisi cairan, sering dipandu USG.
  3. 3Untuk tujuan diagnostik, hanya diambil sedikit cairan untuk dikirim ke laboratorium.
  4. 4Untuk tujuan terapi, cairan dialirkan keluar dalam jumlah banyak secara perlahan.
  5. 5Pada pengeluaran cairan jumlah besar, kadang diberikan albumin lewat infus untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  6. 6Setelah selesai, selang dicabut dan bekas tusukan ditutup perban.

Pemulihan

Umumnya rawat jalan atau observasi singkat di rumah sakit. Segera ke IGD/119 bila muncul demam tinggi, nyeri perut hebat, perdarahan dari bekas tusukan yang tidak berhenti, atau tanda bahaya lain seperti muntah darah/perdarahan varises.

Risiko & Komplikasi

  • Nyeri ringan atau kebocoran cairan pada bekas tusukan.
  • Perdarahan atau memar di dinding perut.
  • Infeksi pada area tusukan atau rongga perut.
  • Penurunan tekanan darah/ketidakseimbangan cairan saat cairan dikeluarkan dalam jumlah sangat banyak.
  • Cairan asites sering kembali menumpuk, sehingga penyebab utamanya tetap perlu ditangani oleh dokter.

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: bervariasi, sekitar Rp 500.000-3.000.000 atau lebih, belum termasuk USG, albumin, dan rawat inap bila diperlukan.

Biaya tergantung rumah sakit, tujuan tindakan, jumlah cairan, dan kebutuhan albumin/observasi.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. P2PTM Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.