Lewati ke konten
Terapi

Pembidaian (Splinting)

Pertolongan pertama untuk **menstabilkan dan mengistirahatkan** bagian tubuh yang diduga **patah tulang**, terkilir, atau cedera sendi memakai **bidai** agar tidak bergerak sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Durasi
Pemasangan sekitar 5-15 menit, tergantung lokasi cedera dan kondisi korban.
Pemulihan
Bidai bersifat sementara sebagai P3K. Pemulihan patah tulang sesungguhnya butuh pemeriksaan lanjut (gips, operasi) dan bisa berminggu hingga berbulan.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Menstabilkan bagian tubuh yang diduga patah tulang, terkilir, atau cedera sendi
  • Mengurangi nyeri dengan mengistirahatkan area cedera
  • Mencegah cedera bertambah parah (kerusakan otot, saraf, atau pembuluh darah di sekitar)
  • Mengurangi perdarahan dan risiko patah tertutup menjadi patah terbuka
  • Sebagai jembatan menuju pemeriksaan (rontgen) dan penanganan di IGD/fasilitas kesehatan — bukan pengganti perawatan medis

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Pastikan lokasi aman bagi penolong dan korban sebelum menolong
  2. 2Segera hubungi 119 atau 112 (dan/atau ke IGD) bila cedera berat, korban tidak sadar, atau ada perdarahan hebat
  3. 3Siapkan bidai: papan, kayu, karton keras, atau benda kaku lain yang dilapisi kain agar tidak melukai kulit
  4. 4Siapkan kain/perban untuk mengikat dan kain bersih bila ada luka terbuka
  5. 5Periksa aliran darah di ujung anggota (warna, kehangatan, denyut/rasa) SEBELUM memasang bidai sebagai pembanding

Langkah prosedur

  1. 1Tenangkan korban dan minta ia tidak menggerakkan bagian yang cedera
  2. 2Bidai pada POSISI saat ditemukanJANGAN memaksa meluruskan atau membetulkan tulang yang bengkok
  3. 3Bila ada luka dengan tulang menonjol keluar (patah terbuka), tutup dengan kain bersih dan JANGAN didorong masuk
  4. 4Pasang bidai sehingga sendi di ATAS dan di BAWAH lokasi cedera ikut terkunci (imobilisasi)
  5. 5Ikat bidai di beberapa titik dengan kuat namun JANGAN terlalu kencang agar aliran darah tidak terhambat
  6. 6Periksa ulang aliran darah SESUDAH memasang (warna, kehangatan, denyut/rasa di ujung) — bila ujung anggota pucat, kebiruan, dingin, atau kebas, longgarkan ikatan
  7. 7Untuk keseleo/terkilir ringan, terapkan prinsip RICE: Rest (istirahat), Ice (kompres es dibungkus kain), Compression (tekan/balut), Elevation (tinggikan)
  8. 8Setelah dibidai, bawa korban ke IGD/fasilitas kesehatan untuk rontgen dan penanganan lanjut

Pemulihan

Bidai bersifat sementara sebagai P3K. Pemulihan patah tulang sesungguhnya butuh pemeriksaan lanjut (gips, operasi) dan bisa berminggu hingga berbulan.

Risiko & Komplikasi

  • Ikatan terlalu kencang dapat menghambat aliran darah (ujung pucat, dingin, kebas)
  • Menggerakkan atau memaksa meluruskan tulang dapat memperparah cedera saraf/pembuluh darah
  • Infeksi bila luka terbuka tidak ditutup dengan kain bersih
  • MITOS BERBAHAYA — meluruskan tulang yang bengkok, mendorong tulang yang menonjol masuk kembali, atau mengikat terlalu erat justru membahayakan; hindari semua itu

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

Pertolongan pertama sederhana; penanganan patah tulang lanjutan (rontgen, gips, operasi) ditanggung BPJS sesuai indikasi.

Jangan meluruskan tulang yang bengkok.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PMI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.