Pemeriksaan Funduskopi (Periksa Bagian Belakang Mata)
Pemeriksaan untuk melihat **bagian belakang dalam mata** — **retina, saraf mata, dan pembuluh darahnya** — sering memakai **obat pelebar pupil**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Menapis dan memantau retinopati diabetik pada penderita diabetes
- Memeriksa kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Menapis glaukoma dengan menilai kondisi saraf mata
- Mendeteksi degenerasi makula dan kelainan retina lain
- Menemukan kerusakan retina lebih awal, sebelum penglihatan terganggu
Persiapan sebelum prosedur
- 1Tidak perlu puasa
- 2Beri tahu dokter jika punya riwayat glaukoma atau alergi obat tetes
- 3Bawa kacamata hitam untuk dipakai setelah pemeriksaan
- 4Jangan menyetir sendiri — ajak pendamping atau gunakan transportasi lain
Langkah prosedur
- 1Dokter meneteskan obat pelebar pupil ke mata; pupil melebar dalam 15-30 menit
- 2Dokter memeriksa bagian belakang mata dengan alat berlampu (oftalmoskop)
- 3Sebagai alternatif atau pelengkap, retina dipotret (fundus foto) untuk dokumentasi dan pemantauan
- 4Dokter menilai kondisi retina, saraf mata, dan pembuluh darah
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Silau dan pandangan kabur sementara akibat pupil melebar
- Mata terasa perih sesaat saat obat diteteskan
- Sangat jarang: peningkatan tekanan bola mata pada orang dengan bakat glaukoma sudut sempit
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis lewat rujukan ke dokter mata. Swasta: sekitar Rp 100.000-400.000, lebih bila disertai fundus foto.
Biaya bergantung fasilitas dan apakah memakai pemotretan retina.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.