PET Scan (PET-CT)
Pemeriksaan **pencitraan canggih yang memetakan aktivitas sel di seluruh tubuh** memakai **gula radioaktif (FDG)**, sering digabung dengan CT (PET-CT) untuk menentukan lokasi secara akurat. Banyak dipakai pada **kanker**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Menentukan stadium/penyebaran kanker ke bagian tubuh lain
- Menilai respons terhadap pengobatan (kemoterapi/radioterapi)
- Mendeteksi kekambuhan kanker setelah pengobatan
- Membantu merencanakan terapi yang tepat bersama dokter onkologi
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa beberapa jam sebelum pemeriksaan sesuai arahan
- 2Menjaga gula darah terkontrol karena gula darah tinggi mengganggu hasil
- 3Banyak minum air putih, kecuali ada larangan dari dokter
- 4Hindari aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan
- 5Beri tahu petugas jika sedang/mungkin hamil atau menyusui, serta obat rutin Anda
Langkah prosedur
- 1Disuntikkan sejumlah kecil cairan gula radioaktif (FDG) ke pembuluh darah
- 2Berbaring tenang menunggu cairan menyebar dan diserap sel tubuh
- 3Sel yang sangat aktif (termasuk sel kanker) menyerap lebih banyak gula sehingga tampak 'menyala' pada gambar
- 4Berbaring tenang sekitar 15-30 menit di dalam mesin saat pemindaian
- 5Hasil dibaca dokter spesialis, sering digabung dengan CT (PET-CT) untuk menentukan lokasi secara akurat
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Reaksi ringan di area suntikan (memar/nyeri sesaat)
- Paparan radiasi dosis kecil yang umumnya aman bagi sebagian besar orang
- Hasil bisa kurang akurat bila gula darah tidak terkontrol
- Tidak semua kasus memerlukannya — hanya atas indikasi dokter onkologi
Estimasi Biaya
BPJS: dapat dijamin dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan. Swasta: berkisar Rp 5.000.000-12.000.000.
Biaya bervariasi antar rumah sakit dan area tubuh yang diperiksa. Pastikan ke fasilitas kesehatan Anda.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.