Lewati ke konten
Operasi / Pembedahan

Septoplasti (Operasi Sekat Hidung Bengkok)

Operasi untuk **meluruskan sekat hidung (septum) yang bengkok** agar aliran udara kembali lancar. Dikerjakan **dari dalam lubang hidung tanpa sayatan di luar**, jadi **bentuk luar hidung umumnya tidak berubah**.

Durasi
Sekitar **30-90 menit**, tergantung tingkat kebengkokan dan apakah ada tindakan tambahan.
Pemulihan
Umumnya **rawat jalan** (pulang hari itu juga) atau menginap singkat 1 malam. Hidung terasa **tersumbat, bengkak, dan berair beberapa hari** — ini normal karena selaput masih membengkak, bukan berarti operasi gagal. Selama **1-2 minggu**: **hindari mengejan, membuang ingus keras ('sisi'), dan angkat berat**; bersin sebaiknya dengan mulut terbuka. Napas biasanya terasa jauh lebih lega setelah bengkak reda dalam beberapa minggu. Kontrol sesuai jadwal untuk pembersihan hidung.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 21 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Hidung tersumbat menetap yang mengganggu napas, tidur, dan aktivitas karena septum deviasi (sekat hidung bengkok)
  • Membantu penanganan sinusitis berulang dan mimisan berulang yang terkait sekat bengkok
  • Gangguan tidur (ngorok, napas lewat mulut, tidur tidak nyenyak) akibat sumbatan hidung
  • Membuka jalan agar obat semprot hidung dan pemeriksaan/operasi sinus (endoskopi) bisa dikerjakan dengan baik
  • BUKAN pilihan pertama: tidak semua sekat bengkok perlu dioperasi. Sebagian besar orang punya deviasi ringan tanpa gejala dan tidak butuh tindakan apa pun. Septoplasti baru dipertimbangkan bila keluhan tetap mengganggu meski sudah diobati lebih dulu (mis. semprot steroid hidung yang dipakai teratur dan cuci hidung dengan salin)
  • Catatan penting soal obat semprot pelega hidung: dekongestan semprot (mis. oksimetazolin) maksimal 3-5 hari saja. Pemakaian lebih lama bisa memicu rinitis medikamentosa — hidung justru makin mampet dan jadi ketergantungan semprot — dan ini bukan masalah yang diselesaikan oleh operasi
  • PENTING: septoplasti dilakukan untuk keluhan MEDIS, BUKAN untuk memperindah bentuk hidung. Kalau tujuannya kosmetik, namanya rinoplasti — kadang keduanya dikerjakan bersamaan (septorinoplasti) bila ada indikasi medis sekaligus keinginan estetika
  • Sumbatan atau benjolan HANYA di satu sisi hidung disertai mimisan berulang jangan langsung dianggap 'sekat bengkok' — apalagi bila disertai telinga terasa penuh/berdenging di satu sisi atau benjolan di leher. Perlu endoskopi hidung oleh dokter THT untuk menyingkirkan tumor, misalnya kanker nasofaring

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Konsultasi dan pemeriksaan endoskopi hidung oleh dokter THT; kadang perlu CT scan sinus
  2. 2Hentikan obat pengencer darah (mis. aspirin, warfarin) atau jamu/suplemen tertentu bila diminta dokter — jangan berhenti sendiri tanpa instruksi
  3. 3Berhenti merokok beberapa minggu sebelum dan sesudah operasi; ini sangat membantu penyembuhan selaput hidung
  4. 4Beri tahu semua obat rutin, riwayat alergi, dan penyakit lain (darah tinggi, diabetes, gangguan pembekuan darah)
  5. 5Puasa sesuai instruksi bila memakai bius umum; siapkan pendamping untuk mengantar pulang
  6. 6Ceritakan bila ada alergi hidung yang belum terkontrol — sering perlu diobati juga agar hasil operasi maksimal

Langkah prosedur

  1. 1Dibius: bius umum (tidur total) atau bius lokal sesuai kondisi dan pilihan dokter
  2. 2Dokter bekerja dari dalam lubang hidungtidak ada sayatan di kulit luar
  3. 3Selaput pembungkus septum diangkat perlahan, lalu bagian tulang/tulang rawan yang bengkok diluruskan, dirapikan, atau diambil sebagian
  4. 4Selaput dikembalikan dan dijahit dengan benang yang menyerap sendiri
  5. 5Kadang dipasang tampon (kasa) atau splint (lempeng tipis) di dalam hidung untuk menahan posisi dan mengurangi perdarahan; biasanya dilepas beberapa hari kemudian
  6. 6Bila ada indikasi, dokter dapat sekaligus mengecilkan konka (pembengkakan selaput hidung) atau mengerjakan bedah sinus (FESS)

Pemulihan

Umumnya rawat jalan (pulang hari itu juga) atau menginap singkat 1 malam. Hidung terasa tersumbat, bengkak, dan berair beberapa hari — ini normal karena selaput masih membengkak, bukan berarti operasi gagal. Selama 1-2 minggu: hindari mengejan, membuang ingus keras ('sisi'), dan angkat berat; bersin sebaiknya dengan mulut terbuka. Napas biasanya terasa jauh lebih lega setelah bengkak reda dalam beberapa minggu. Kontrol sesuai jadwal untuk pembersihan hidung.

Risiko & Komplikasi

  • Perdarahan/mimisan setelah operasi
  • Infeksi pada rongga hidung
  • Lubang pada sekat (perforasi septum) — bisa menimbulkan bunyi bersiul saat bernapas, kerak, atau mimisan
  • Perubahan bentuk hidung (mis. batang hidung sedikit turun/melengkung), meski jarang
  • Berkurangnya penciuman (biasanya sementara, jarang menetap)
  • Perlengketan (sinekia) di dalam hidung atau baal sementara pada gigi depan dan ujung hidung
  • Gejala tidak selalu hilang 100% — sumbatan bisa juga berasal dari pembengkakan selaput/konka atau alergi, sehingga tetap perlu terapi lain (mis. semprot steroid hidung); sebagian orang perlu operasi ulang
  • Risiko umum bius umum (dibahas bersama dokter anestesi)
  • Segera hubungi dokter/IGD bila: mimisan deras yang tidak berhenti, demam tinggi, nyeri hebat, pandangan terganggu, atau bengkak di sekitar mata

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

Ditanggung BPJS dengan indikasi medis & rujukan (bukan kosmetik). Swasta: belasan hingga puluhan juta.

Untuk keluhan medis, bukan kosmetik.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PERHATI-KL
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.