Sistoskopi (Teropong Kandung Kemih)
Tindakan **melihat bagian dalam saluran kencing bawah dan kandung kemih** memakai teropong tipis (**sistoskop**) yang dimasukkan lewat **lubang kencing (uretra)**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mencari penyebab kencing berdarah (hematuria)
- Menelusuri infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang
- Memeriksa nyeri kandung kemih yang tak kunjung membaik
- Menilai sumbatan saluran kencing akibat pembesaran prostat
- Mengevaluasi dugaan batu atau tumor di kandung kemih
- Dapat sekaligus melakukan tindakan kecil, seperti mengambil sampel jaringan (biopsi) atau mengangkat batu kecil
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter semua obat yang diminum, terutama obat pengencer darah
- 2Sampaikan bila sedang hamil atau ada alergi obat
- 3Untuk bius lokal (gel), biasanya tidak perlu puasa; untuk bius regional/umum, dokter akan meminta puasa beberapa jam sebelumnya
- 4Dokter dapat memeriksa atau mengobati infeksi saluran kemih terlebih dahulu agar tindakan lebih aman
- 5Siapkan pendamping bila menggunakan bius regional/umum karena Anda belum boleh menyetir setelahnya
Langkah prosedur
- 1Anda berbaring, lalu area kelamin dibersihkan dan diberi gel bius lokal; pada kasus tertentu dipakai bius regional atau umum
- 2Sistoskop (teropong tipis) dimasukkan perlahan melalui lubang kencing (uretra) menuju kandung kemih
- 3Cairan steril dialirkan untuk mengembangkan kandung kemih agar dindingnya terlihat jelas; hal ini menimbulkan rasa ingin kencing
- 4Dokter memeriksa dinding saluran kencing dan kandung kemih untuk mencari batu, tumor, peradangan, atau sumbatan
- 5Bila diperlukan, dokter dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) atau mengangkat batu kecil lewat alat yang sama
- 6Sistoskop ditarik perlahan; cairan dikeluarkan dan Anda dipersilakan beristirahat sebentar
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perih atau panas saat kencing sementara
- Sedikit darah pada air seni selama beberapa hari
- Infeksi saluran kemih setelah tindakan
- Perdarahan ringan
- Jarang: cedera pada saluran kencing
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 1.500.000-7.000.000 tergantung jenis bius dan tindakan tambahan.
Biaya naik bila disertai biopsi, pengangkatan batu, atau bius regional/umum.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.