Spirometri (Tes Fungsi Paru)
Pemeriksaan untuk mengukur seberapa banyak dan seberapa cepat Anda menghembuskan napas. Membantu mendiagnosis dan memantau asma serta PPOK.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mendiagnosis dan memantau asma dan PPOK
- Mengevaluasi sesak napas atau batuk kronis
- Menilai dampak paparan asap rokok atau polusi
- Pemeriksaan paru sebelum operasi besar
- Pemantauan penyakit paru akibat kerja
Persiapan sebelum prosedur
- 1Hindari obat pelega napas (bronkodilator) beberapa jam sebelum tes bila diinstruksikan
- 2Jangan merokok minimal 1 jam sebelum pemeriksaan
- 3Hindari makan terlalu kenyang dan minuman berkafein
- 4Kenakan pakaian longgar yang nyaman untuk bernapas
Langkah prosedur
- 1Hidung dijepit penjepit khusus agar udara hanya lewat mulut
- 2Pasien menggigit corong (mouthpiece) yang tersambung ke mesin
- 3Pasien diminta menarik napas sedalam mungkin lalu mengembuskan sekuat dan secepat mungkin
- 4Tes diulang beberapa kali untuk hasil terbaik
- 5Kadang diulang setelah pemberian bronkodilator untuk menilai respons
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Sangat aman dan non-invasif
- Pusing atau batuk sesaat akibat meniup kuat
- Jarang dilakukan pada kondisi tertentu (mis. serangan jantung baru, pneumotoraks)
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 100.000-350.000.
Hasil spirometri membantu membedakan asma dari PPOK dan menilai apakah pengobatan sudah efektif.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.