Terapi Elektrokonvulsi (ECT)
Terapi medis yang memberi **aliran listrik singkat dan terkontrol** untuk memicu **kejang singkat di otak**, guna mengobati **gangguan jiwa berat tertentu**. Dilakukan dalam **bius umum**, sehingga pasien **tidak sadar dan tidak merasakan sakit**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengobati depresi berat yang tidak membaik dengan obat (antidepresan)
- Membantu pasien depresi dengan risiko bunuh diri yang tinggi, saat efek cepat sangat dibutuhkan
- Menangani mania berat atau katatonia
- Menjadi salah satu terapi paling efektif untuk kondisi tertentu di atas — bukan 'hukuman' dan bukan pilihan menakutkan yang harus dihindari
- Jika kamu atau orang terdekat sedang punya pikiran untuk mengakhiri hidup atau menyakiti diri, kamu tidak sendirian. Segera hubungi layanan SEJIWA Kemenkes di 119 ekstensi 8 (gratis, 24 jam) atau datang ke IGD rumah sakit terdekat. Pertolongan tersedia dan kondisi ini bisa diobati.
Persiapan sebelum prosedur
- 1Pemeriksaan oleh psikiater bersama dokter anestesi untuk menilai kesiapan dan keamanan
- 2Pemeriksaan penunjang bila perlu (jantung, darah) sesuai arahan tim dokter
- 3Puasa beberapa jam sebelum tindakan, karena dilakukan dalam bius umum
- 4Diskusikan semua obat rutin dan riwayat kesehatan dengan dokter; tanyakan apa pun yang membuat Anda cemas
- 5Jika muncul pikiran untuk bunuh diri sambil menunggu jadwal terapi, jangan ditahan sendiri — hubungi SEJIWA Kemenkes 119 ext 8 atau datang ke IGD terdekat. Kamu tidak sendirian.
Langkah prosedur
- 1Pasien diberi bius umum dan obat pelemas otot, sehingga tidak sadar dan tidak merasakan sakit selama tindakan
- 2Elektroda dipasang di kepala untuk mengalirkan listrik singkat dan terkontrol
- 3Listrik memicu kejang singkat di otak yang membantu memperbaiki kerja zat kimia otak
- 4Tim dokter memantau pernapasan, jantung, dan kondisi pasien sepanjang prosedur
- 5Tindakan diberikan dalam beberapa sesi, umumnya 2-3 kali seminggu, sesuai respons masing-masing pasien
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Kebingungan sesaat setelah tindakan
- Gangguan daya ingat sementara, terutama ingatan di sekitar masa terapi, yang umumnya membaik
- Mual, sakit kepala, atau nyeri otot ringan setelah sesi
- Risiko terkait bius umum, yang dijaga ketat oleh dokter anestesi — ECT modern dilakukan dengan aman, sangat berbeda dari gambaran menyeramkan di film lama
Estimasi Biaya
BPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: bervariasi per sesi, umumnya Rp 1.000.000-3.000.000.
Biaya total tergantung jumlah sesi, rumah sakit, dan komponen bius. Tanyakan rincian ke fasilitas kesehatan.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.