Lewati ke konten
Terapi

Terapi Yodium Radioaktif (RAI)

Pengobatan dengan **yodium radioaktif (I-131)** yang diminum untuk mengecilkan atau menonaktifkan **jaringan tiroid yang terlalu aktif**.

Durasi
Pemberian dosis singkat (menelan kapsul/cairan). Efek penuh pada tiroid berlangsung bertahap selama beberapa minggu sampai bulan.
Pemulihan
Umumnya pulih cepat dengan tindakan pencegahan radiasi sementara selama beberapa hari. Banyak pasien akhirnya menjadi **hipotiroid** dan memerlukan **hormon tiroid pengganti (levotiroksin) seumur hidup** — ini sudah diantisipasi, bukan sebuah kegagalan. **Kehamilan harus ditunda beberapa bulan** setelah terapi.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Mengobati hipertiroidisme (misalnya penyakit Graves) yang tidak cukup membaik dengan obat antitiroid
  • Menangani sebagian kasus kanker tiroid setelah operasi pengangkatan tiroid
  • Menjadi alternatif bila obat atau operasi kurang sesuai untuk pasien tertentu (atas keputusan dokter)

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Konsultasi dengan dokter spesialis (penyakit dalam/endokrin atau kedokteran nuklir); jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat antitiroid sendiri — semua diatur oleh dokter
  2. 2Tes kehamilan bila perlu: terapi ini TIDAK boleh untuk ibu hamil atau menyusui
  3. 3Kadang diminta diet rendah yodium dan penyesuaian obat sesuai instruksi tim medis
  4. 4Beri tahu semua obat dan suplemen yang dikonsumsi, termasuk yang mengandung yodium

Langkah prosedur

  1. 1Pasien menelan I-131 berbentuk kapsul atau cairan yang diminum
  2. 2Karena kelenjar tiroid secara alami menyerap yodium, zat ini terkumpul di tiroid
  3. 3I-131 secara bertahap mengecilkan atau menonaktifkan jaringan tiroid yang terlalu aktif dalam beberapa minggu hingga bulan
  4. 4Menjalani tindakan pencegahan radiasi sementara: menjaga jarak dengan orang lain (terutama ibu hamil dan anak kecil), menjaga kebersihan toilet, dan banyak minum selama beberapa hari sesuai petunjuk
  5. 5Kontrol berkala untuk memantau fungsi tiroid

Pemulihan

Umumnya pulih cepat dengan tindakan pencegahan radiasi sementara selama beberapa hari. Banyak pasien akhirnya menjadi hipotiroid dan memerlukan hormon tiroid pengganti (levotiroksin) seumur hidup — ini sudah diantisipasi, bukan sebuah kegagalan. Kehamilan harus ditunda beberapa bulan setelah terapi.

Risiko & Komplikasi

  • Menjadi hipotiroid (tiroid kurang aktif) sehingga butuh levotiroksin seumur hidup — hal yang umum dan sudah diperkirakan
  • Nyeri/bengkak ringan di leher, mulut kering, atau perubahan rasa sementara
  • Paparan radiasi sementara bagi orang sekitar bila tindakan pencegahan tidak diikuti
  • WASPADA krisis tiroid (thyroid storm): demam tinggi, jantung berdebar sangat cepat, gelisah/bingung berat — segera ke IGD atau hubungi 119
  • Bila kelak memakai levotiroksin, dosisnya hanya boleh diatur oleh dokter — jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri. Dosis terlalu tinggi dapat memicu gejala mirip hipertiroid (berdebar, gelisah, hingga mengarah ke krisis tiroid), sedangkan kekurangan hormon berat dapat menimbulkan tubuh sangat lemas, kedinginan, dan penurunan kesadaran — keduanya gawat darurat: segera ke IGD atau hubungi 119

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan. Swasta: biaya bervariasi (umumnya Rp 5.000.000-20.000.000 atau lebih, termasuk persiapan dan pemantauan).

Sangat tergantung dosis, fasilitas kedokteran nuklir, dan rawat inap bila diperlukan. Pastikan ke faskes yang berwenang.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. P2PTM Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.