Tes Fungsi Pembekuan Darah
Pemeriksaan darah untuk menilai **seberapa baik darah membeku**, mencakup **PT, aPTT, INR, fibrinogen, dan D-dimer**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mencari penyebab mudah berdarah atau mudah menggumpal (mis. hemofilia dan gangguan pembekuan lain)
- Sebagai persiapan sebelum operasi
- Memantau obat pengencer darah (mis. INR untuk warfarin)
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter SEMUA obat & suplemen yang diminum, terutama pengencer darah karena sangat memengaruhi hasil
- 2Ikuti anjuran dokter/lab (kadang perlu puasa untuk tes lain yang diambil bersamaan)
- 3Sampaikan bila Anda punya gangguan pembekuan atau riwayat mudah memar/berdarah
Langkah prosedur
- 1Petugas mengambil sampel darah dari pembuluh vena (biasanya di lengan)
- 2Sampel diproses di laboratorium untuk mengukur parameter seperti PT, aPTT, INR, fibrinogen, atau D-dimer
- 3Bila dicurigai hemofilia, dapat dilanjutkan pemeriksaan kadar faktor pembekuan tertentu
- 4Hasil ditafsirkan dokter bersama gejala dan kondisi Anda, bukan dibaca sendiri
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri, memar, atau bengkak ringan di area pengambilan darah
- Pusing atau pingsan sesaat pada sebagian orang
- Jarang: infeksi di lokasi tusukan. Bila Anda punya kecenderungan mudah berdarah, sampaikan agar penekanan bekas suntikan lebih lama
- Segera ke IGD / hubungi 119 jika mengalami perdarahan yang tidak berhenti, nyeri sendi hebat, muntah/BAB berdarah, atau sakit kepala hebat/pingsan
Estimasi Biaya
Ditanggung BPJS sesuai indikasi. Swasta: bervariasi tergantung jenis pemeriksaan.
INR dipakai memantau warfarin.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.