Tes G6PD (Skrining Defisiensi G6PD)
**Pemeriksaan darah** untuk mengukur kadar/aktivitas enzim **G6PD**, guna mengetahui apakah seseorang mengalami **defisiensi G6PD** — kondisi bawaan yang membuat sel darah merah mudah pecah (**hemolisis**) bila terkena pemicu tertentu.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Skrining pada bayi baru lahir, karena defisiensi G6PD dapat menyebabkan kuning (ikterus) berat yang berbahaya
- Sebelum memberikan obat tertentu (mis. sebagian obat antimalaria seperti primakuin) yang bisa memicu hemolisis pada penderita
- Mencari penyebab anemia hemolitik yang tidak jelas, terutama setelah minum obat atau makan kacang fava
- Membantu penderita dan dokter menyusun daftar pemicu yang harus dihindari seumur hidup bila terbukti defisiensi — mis. kacang fava (favism), sebagian obat (antimalaria seperti primakuin, sebagian antibiotik golongan sulfa, nitrofurantoin, dapson), infeksi, serta kapur barus/naftalena (mothball) — dan selalu beri tahu dokter/apoteker status G6PD sebelum memakai obat apa pun
Persiapan sebelum prosedur
- 1Biasanya tidak butuh puasa — cukup pengambilan sampel darah biasa
- 2Beri tahu dokter semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang diminum
- 3Penting: beri tahu bila baru saja mengalami serangan hemolisis (pucat, kuning, kencing seperti teh), karena hasil bisa normal palsu
- 4Untuk bayi, tes sering diambil bersamaan dengan skrining bayi baru lahir lain
- 5Gawat darurat: bila muncul tanda serangan hemolisis berat (tiba-tiba sangat pucat/lemas, kuning, atau kencing berwarna gelap seperti teh/cola), segera ke IGD atau hubungi 119 — jangan menunggu jadwal tes
Langkah prosedur
- 1Petugas mengambil sampel darah dari pembuluh vena (pada bayi bisa dari tumit)
- 2Sampel diperiksa di laboratorium untuk mengukur kadar/aktivitas enzim G6PD
- 3Hasil dibaca: normal atau menunjukkan defisiensi G6PD
- 4Bila hasil normal padahal ada dugaan kuat, dokter dapat menyarankan pengulangan beberapa minggu setelah pulih dari serangan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri, memar, atau bengkak ringan di bekas suntikan
- Hasil normal palsu bila tes dilakukan saat/tepat setelah serangan hemolisis (sel yang rentan sudah pecah), sehingga kadang perlu diulang
- Hasil normal bukan jaminan bebas risiko jika pemeriksaan dilakukan pada waktu yang keliru
Estimasi Biaya
Ditanggung BPJS sesuai indikasi/skrining. Swasta: bervariasi.
Hindari periksa saat serangan (bisa normal palsu).
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.