Tes Gonore & Klamidia (Pemeriksaan Duh Tubuh / NAAT)
Pemeriksaan untuk mendeteksi **gonore dan klamidia**, dua **infeksi menular seksual (IMS)** yang sering muncul bersamaan dan **kerap tanpa gejala**. Pemeriksaan bersifat **rahasia** dan terbuka bagi siapa pun yang aktif secara seksual, tanpa menghakimi.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mendeteksi gonore dan klamidia, yang sering muncul bersamaan
- Memeriksa meski tanpa gejala (terutama pada perempuan, infeksi sering tak terasa)
- Memastikan diagnosis sebelum dan sesudah pengobatan agar tuntas; keduanya dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat
- Menilai kepekaan antibiotik lewat biakan, penting karena gonore makin kebal terhadap sebagian obat
- Memeriksa pasangan agar penularan berulang dapat dicegah; pasangan sebaiknya diperiksa dan diobati bersama
- Mencegah pemakaian antibiotik yang keliru: jangan membeli atau memakai antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan, karena memicu kekebalan kuman dan dapat menutupi infeksi
Persiapan sebelum prosedur
- 1Untuk sampel urine, sebaiknya tidak berkemih 1-2 jam sebelum pengambilan
- 2Beri tahu petugas riwayat kontak seksual (vaginal, anal, oral) agar lokasi swab tepat
- 3Sampaikan obat atau antibiotik yang sedang diminum
- 4Jangan minum antibiotik sendiri sebelum diperiksa; antibiotik adalah obat resep dan pemakaian tanpa pemeriksaan dapat membuat hasil tes keliru serta mendorong resistensi
- 5Bila sedang hamil, sampaikan kepada petugas; pemeriksaan IMS (termasuk sifilis dan HIV) dianjurkan karena infeksi yang tak diobati dapat membahayakan bayi
- 6Tidak perlu malu; pemeriksaan bersifat rahasia dan tidak menghakimi
Langkah prosedur
- 1Petugas menjelaskan prosedur dan menjaga kerahasiaan data
- 2Pengambilan sampel: usapan (swab) dari saluran kemih, leher rahim, dubur, atau tenggorokan, atau sampel urine
- 3Sampel diperiksa dengan NAAT (tes amplifikasi asam nukleat), metode paling akurat yang mendeteksi materi genetik kuman
- 4Bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan duh tubuh dengan mikroskop dan biakan (kultur) untuk menilai kepekaan antibiotik
- 5Hasil dijelaskan; bila positif, pengobatan dengan antibiotik resep dituntaskan dan pasangan diperiksa serta diobati untuk mencegah penularan ulang
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Rasa tidak nyaman sesaat saat swab
- Sedikit bercak/iritasi ringan di area pengambilan
- Hasil bisa kurang akurat bila sampel diambil terlalu dini setelah kontak
Estimasi Biaya
BPJS: dengan indikasi medis & rujukan. Layanan IMS di puskesmas/klinik tertentu bisa gratis/subsidi. Swasta: Rp 150.000-1.500.000 per pemeriksaan.
Biaya bervariasi menurut metode (mikroskop, biakan, atau NAAT) dan jumlah lokasi sampel. Pengobatan harus melalui resep dokter; hindari membeli antibiotik sendiri karena mendorong kekebalan kuman.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
- 1. Kemenkes RI
- 2. P2PTM Kemenkes
- 3. WHO
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.