Transfusi Darah
Pemberian darah atau komponen darah dari donor ke pasien melalui infus, untuk mengganti darah yang hilang atau memperbaiki anemia berat.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Anemia berat yang membahayakan (Hb sangat rendah)
- Perdarahan hebat akibat kecelakaan, operasi, atau persalinan
- Penyakit darah seperti thalassemia yang butuh transfusi rutin
- Gangguan pembekuan darah (butuh komponen tertentu)
- Komplikasi kemoterapi yang menekan sumsum tulang
Persiapan sebelum prosedur
- 1Pemeriksaan golongan darah dan uji cocok serasi (crossmatch)
- 2Skrining darah donor untuk memastikan bebas penyakit menular
- 3Pengecekan tanda vital sebelum transfusi
- 4Pemasangan jalur infus
- 5Penjelasan dan persetujuan tindakan
Langkah prosedur
- 1Identitas pasien dan kantong darah dicocokkan dengan ketat
- 2Darah dialirkan perlahan melalui infus ke pembuluh vena
- 3Tanda vital dipantau, terutama pada 15 menit pertama (paling rawan reaksi)
- 4Satu kantong umumnya diberikan dalam 2-4 jam
- 5Pasien diobservasi setelah transfusi selesai
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Reaksi alergi ringan (gatal, biduran, demam)
- Reaksi transfusi berat akibat ketidakcocokan (jarang karena pencocokan ketat)
- Kelebihan cairan pada jantung lemah
- Penumpukan zat besi pada transfusi berulang (mis. thalassemia)
- Risiko infeksi sangat kecil karena darah donor diskrining
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi. Mandiri: biaya pengolahan darah PMI sekitar Rp 360.000 per kantong, di luar biaya rawat dan tindakan.
Darah berasal dari donor sukarela melalui PMI. Biaya yang dibayar adalah biaya pengganti pengolahan (BPPD), bukan membeli darah.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.