USG Kehamilan (Ultrasonografi Kandungan)
Pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat janin di dalam rahim. Aman tanpa radiasi, dipakai memantau usia, perkembangan, posisi, dan kesehatan janin.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Memastikan kehamilan dan lokasinya (dalam atau luar rahim)
- Memantau usia kehamilan dan taksiran tanggal lahir (HPL)
- Memeriksa detak jantung, jumlah, dan perkembangan janin
- Menilai posisi janin, plasenta, dan jumlah air ketuban
- Mendeteksi sebagian kelainan sejak dini
Persiapan sebelum prosedur
- 1USG perut trimester awal kadang perlu kandung kemih penuh (banyak minum, tahan kencing)
- 2USG transvaginal tidak memerlukan kandung kemih penuh
- 3Tidak perlu puasa
- 4Kenakan pakaian yang mudah membuka bagian perut
Langkah prosedur
- 1Berbaring, perut diberi gel agar gelombang suara tersalur baik
- 2Probe digerakkan di permukaan perut; gambar muncul di layar
- 3Pada usia sangat dini bisa dipakai probe transvaginal untuk gambaran lebih jelas
- 4Dokter mengukur dan menilai janin, lalu menjelaskan hasilnya
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- USG dinilai sangat aman dan tidak menggunakan radiasi pengion
- Tidak ada risiko berarti bila dilakukan sesuai indikasi medis
- USG 4D bersifat pelengkap; keputusan medis tetap berdasar pemeriksaan standar
Estimasi Biaya
BPJS: pemeriksaan kehamilan (ANC) di faskes ditanggung sesuai ketentuan, dan USG dasar makin didorong dalam pemeriksaan kehamilan. Swasta: Rp 100.000-350.000 (2D) hingga Rp 300.000-700.000 (4D).
USG 4D umumnya untuk dokumentasi wajah janin dan bersifat opsional, bukan kebutuhan medis wajib.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.