USG Transvaginal (USG Dalam)
Pemeriksaan **USG dengan probe khusus yang dimasukkan ke dalam vagina** untuk melihat **rahim, endometrium, leher rahim, dan indung telur (ovarium)** secara lebih jelas dan dekat. **Tanpa radiasi** dan umumnya tidak menyakitkan.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Menilai gangguan haid dan perdarahan abnormal (haid sangat banyak, di luar siklus, atau berkepanjangan) — keluhan haid itu nyata, bukan mengada-ada, dan layak diperiksa
- Mencari penyebab seperti miom, adenomiosis, kista ovarium, atau polip di rahim
- Melihat rahim, lapisan rahim (endometrium), leher rahim, dan indung telur secara lebih dekat dan jelas dibanding USG lewat dinding perut
- Memantau folikel dan indung telur pada program kesuburan (promil)
- Memeriksa kehamilan awal dan memastikan letak kehamilan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Tidak perlu menahan kencing — justru kandung kemih sebaiknya kosong (berbeda dari USG perut yang butuh kandung kemih penuh)
- 2Beri tahu dokter bila Anda sedang atau mungkin hamil, sedang haid, atau punya riwayat penyakit tertentu
- 3Ceritakan keluhan haid Anda apa adanya (banyak, nyeri, tidak teratur) agar pemeriksaan lebih terarah
- 4Boleh minta ditemani atau ditunggu pendamping perempuan bila membuat Anda lebih nyaman
Langkah prosedur
- 1Anda berbaring dengan lutut ditekuk, area privat ditutup kain sopan
- 2Dokter memasang pelindung sekali pakai pada probe dan memberi gel
- 3Probe dimasukkan perlahan ke dalam vagina sedalam beberapa sentimeter — hanya terasa sedikit tekanan, umumnya tidak sakit
- 4Gambar rahim, endometrium, leher rahim, dan ovarium muncul di layar dan dinilai dokter
- 5Probe dikeluarkan, hasil dijelaskan setelah pemeriksaan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Rasa tidak nyaman atau tekanan ringan saat probe masuk
- Kadang bercak darah ringan setelahnya, terutama bila leher rahim sensitif
- Umumnya dilakukan pada perempuan yang sudah menikah/aktif secara seksual; pada yang belum, dokter memilih alternatif (USG perut atau transrektal) sesuai pertimbangan medis
- Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya seperti perdarahan hebat hingga hampir pingsan, nyeri perut sangat berat, atau demam tinggi
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: sekitar Rp 150.000-500.000.
Biaya bervariasi antarfasilitas dan bila disertai konsultasi. Obat hormon/progestin untuk gangguan haid hanya dengan resep dokter — jangan beli atau pakai sendiri.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.