Amlodipine: Obat Tekanan Darah, Cara Kerja, dan Efek Samping
Obat-obatan
Amlodipine: Obat Tekanan Darah, Cara Kerja, dan Efek Samping
Amlodipine adalah obat hipertensi #1 di Indonesia karena murah dan efektif. Tapi efek samping kaki bengkak sering bikin pasien stop tanpa konsultasi.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Hendrawan Lim, Sp.JP6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Amlodipine (merek Norvask, Tensivask, Stamlo) adalah obat hipertensi golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang paling banyak diresepkan di Indonesia karena efektif, murah, dan dosis 1x sehari.
Apa itu amlodipine?
Amlodipine memblok kanal kalsium di pembuluh darah → pembuluh darah melebar → tekanan darah turun. Juga membantu jantung istirahat lebih efektif (kurangi kerja jantung).
Efek:
Tensi sistolik turun 10-15 mmHg
Tensi diastolik turun 6-10 mmHg
Mulai bekerja 24-48 jam, efek maksimal 7-10 hari
Kapan dokter resep amlodipine?
Hipertensi (tensi >140/90 atau >130/80 untuk diabetes)
Angina (nyeri dada) stabil
Pasien lansia (CCB lini pertama)
Pasien Afrika/Asia (CCB & diuretik lebih efektif)
Tidak respon ACE inhibitor / ARB
Gagal jantung berat (kelas III-IV NYHA)
Penyakit hati berat
Riwayat alergi amlodipine
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Catatan penting: Banyak pasien stop amlodipine sendiri karena kaki bengkak - jangan! Konsultasi dokter dulu. Hipertensi yang tidak terkontrol = stroke + serangan jantung.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.