Hipertensi: Gejala, Penyebab, dan Cara Menurunkan Tekanan Darah
Kesehatan Umum
Hipertensi: Gejala, Penyebab, dan Cara Menurunkan Tekanan Darah
Hipertensi memengaruhi 34% dewasa Indonesia, namun mayoritas tidak terdiagnosis. Pelajari tanda awal, target tensi normal, dan strategi efektif untuk mengontrolnya.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku9 menit baca15 Mei 2026Diperbarui 15 Mei 2026
⚕️Sehatku.id
Menurut Riskesdas 2018, 34.1% orang Indonesia usia 18+ mengalami hipertensi - dan hanya 1 dari 3 yang menyadarinya. Hipertensi disebut "silent killer" karena bisa berjalan tanpa gejala selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba menyerang dalam bentuk stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal.
Kabar baiknya: hipertensi sangat bisa dikontrol dengan kombinasi gaya hidup + obat. Yang penting adalah deteksi dini dan kepatuhan pengobatan.
Apa itu hipertensi?
Hipertensi = tekanan darah di atas normal saat istirahat. Tekanan darah punya 2 angka:
Sistolik (angka atas): tekanan saat jantung memompa
Diastolik (angka bawah): tekanan saat jantung istirahat antara denyut
Kategori (standar AHA 2017, diadopsi PERKI):
Kategori
Sistolik
Diastolik
Normal
<120
<80
Meningkat
120-129
<80
Hipertensi stage 1
130-139
80-89
Hipertensi stage 2
≥140
≥90
Krisis hipertensi
>180
>120
Krisis hipertensi (>180/120) = emergency, ke IGD segera.
Target tensi normal per usia
Kelompok
Target tensi
Dewasa sehat
<120/80
Hipertensi tanpa komorbid
<130/80
Diabetes / penyakit ginjal
<130/80 (kadang <125/75)
Lansia >65 tahun
<130/80 (toleransi <140/90)
Pasca stroke
<130/80
Target lebih ketat = perlindungan jantung-pembuluh darah lebih baik.
7 gejala yang mungkin muncul
1. Sakit kepala (terutama di belakang kepala, pagi hari)
Tekanan tinggi pada pembuluh darah otak. Hilang setelah tensi turun.
2. Pusing atau pandangan kabur
Aliran darah ke retina terpengaruh.
3. Mimisan tanpa sebab jelas
Pembuluh darah hidung pecah karena tekanan tinggi.
4. Sesak napas saat aktivitas ringan
Jantung bekerja lebih keras → lelah cepat.
5. Telinga berdenging (tinnitus)
Aliran darah ke telinga dalam terganggu.
6. Berdebar-debar
Jantung kompensasi tekanan tinggi.
7. Nyeri dada
Kalau muncul, bisa jadi tanda komplikasi (angina) → segera dokter.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Pilihan jika ada penyakit jantung koroner / aritmia
Bukan first-line murni hipertensi
Sering kombinasi 2-3 obat dengan dosis lebih rendah > 1 obat dosis tinggi.
Komplikasi jika tidak dikontrol
Hipertensi terus-menerus merusak organ target:
Jantung: hipertrofi ventrikel kiri → gagal jantung
Otak: stroke iskemik atau hemoragik
Mata: retinopati hipertensi → kebutaan
Ginjal: nefrosklerosis → gagal ginjal kronis
Pembuluh darah: aneurisma aorta
Setiap 20 mmHg sistolik naik di atas 115 = risiko kematian 2× lipat untuk penyakit jantung dan stroke.
Take-away: cek tensi minimal 6 bulan sekali setelah usia 35. Kalau tensi >130/80 muncul beberapa kali pengukuran, sudah waktunya intervensi. Hipertensi yang dikontrol baik = umur panjang yang produktif.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.