Lewati ke konten
Obat-obatan

Antihistamin (Cetirizine, Loratadine): Obat Alergi Aman & Efektif

Antihistamin generasi baru aman dipakai jangka panjang untuk alergi musiman, biduran, dan asma. Tidak bikin ngantuk seperti CTM jadul.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Tablet antihistamin cetirizine untuk meredakan alergi
Sehatku.id

Histamin adalah zat kimia yang dilepas sel mast saat tubuh kontak alergen → bersin, gatal, mata berair, biduran, hidung tersumbat. Antihistamin memblok reseptor H1 sehingga gejala ini tidak muncul.

Apa itu antihistamin?

Bekerja untuk:

  • Rinitis alergi (bersin, hidung gatal, mata berair) - kondisi #1 antihistamin
  • Urtikaria / biduran (bentol gatal)
  • Pruritus (gatal kulit tanpa ruam jelas)
  • Reaksi alergi ringan (gigitan serangga, alergi makanan ringan)
  • Pre-medikasi sebelum kontak alergen yang diketahui

TIDAK efektif untuk:

  • Anafilaksis (butuh epinephrine, bukan antihistamin)
  • Asma (butuh inhaler)
  • Bisul / infeksi kulit
  • Eksim berat (butuh kortikosteroid)

Generasi lama vs baru

Generasi 1 (lama, tidak direkomendasikan rutin)

  • CTM (Chlorpheniramine), Difenhidramin (Benadryl), Hydroxyzine
  • Lewat sawar otak → bikin ngantuk berat, mulut kering, sembelit, penglihatan kabur
  • Durasi pendek (4-6 jam)
  • Pakai sesekali OK, jangka panjang menyebabkan demensia ringan pada lansia

Generasi 2 (baru, lebih aman)

  • Cetirizine (Zyrtec, Cetirol) - paling kuat anti-gatal
  • Loratadine (Claritin, Lorastine) - paling tidak bikin ngantuk
  • Fexofenadine (Telfast) - jangka panjang paling aman, mahal
  • Desloratadine (Aerius) - turunan loratadine
  • Levocetirizine (Xyzal) - turunan cetirizine
  • Durasi 24 jam → sekali sehari
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Cara pilih yang tepat

KondisiPilihan utama
Rinitis alergi ringanLoratadine 10 mg sekali sehari
Rinitis sedang-beratCetirizine 10 mg sekali sehari
Biduran kronisCetirizine 10 mg, bisa naik 20-40 mg jika tidak respons
Aktivitas yang butuh fokusLoratadine atau fexofenadine
Anak <2 tahunCetirizine drop (resep dokter)
Sedang menyusuiLoratadine 10 mg (paling sedikit ke ASI)

Dosis & cara pakai

Dewasa

ObatDosisWaktu
Cetirizine10 mg sekali sehariMalam (sedikit ngantuk pada 10%)
Loratadine10 mg sekali sehariKapan saja
Fexofenadine120-180 mg sekali sehariPagi
Desloratadine5 mg sekali sehariKapan saja

Anak

  • Cetirizine: 5 mg (2-6 thn), 10 mg (>6 thn). Sirup 5 mg/5 ml.
  • Loratadine: 5 mg (2-6 thn), 10 mg (>6 thn). Sirup 5 mg/5 ml.

Tips pakai

  • Bisa diminum dengan/tanpa makan
  • Untuk alergi musiman: mulai 1 minggu sebelum musim biasanya kontak alergen
  • Untuk biduran kronis: minum rutin, jangan menunggu gejala muncul
  • Jangan kombinasi >1 antihistamin sekaligus tanpa konsultasi

Kapan harus ke dokter?

  • Sesak napas / mengi
  • Bengkak bibir, lidah, tenggorokan
  • Pusing berat, hampir pingsan
  • Detak jantung cepat tidak normal
  • Mual muntah dengan kemerahan seluruh tubuh

Ini tanda anafilaksis - butuh epinephrine, bukan antihistamin.

  • Biduran lebih 6 minggu (urtikaria kronis)
  • Antihistamin tidak efektif setelah 2 minggu
  • Butuh setiap hari berbulan-bulan (cek alergen, pertimbangkan imunoterapi)
  • Anak <2 tahun atau ibu hamil
  • Ada penyakit hati/ginjal

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. ARIA Guidelines on Allergic Rhinitis
  2. 2. BSACI Guideline on Chronic Urticaria

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 15 Mei 2026