Paracetamol: Dosis Aman, Cara Pakai, dan Tanda Overdosis
Obat-obatan
Paracetamol: Dosis Aman, Cara Pakai, dan Tanda Overdosis
Paracetamol obat paling umum di Indonesia, tapi overdosis (>4g/hari) bisa merusak hati permanen. Pelajari cara aman pakai.
Tim Redaksi Sehatku
Direview apt. Linda Hartono, S.Farm, Apt7 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Paracetamol (asetaminofen) adalah obat over-the-counter (OTC) paling banyak dipakai di Indonesia. Merek dagang: Panadol, Sanmol, Paramex, Bodrex, Tempra, dll. Aman jika dipakai sesuai dosis, tapi overdosis bisa menyebabkan gagal hati akut yang fatal.
Apa itu paracetamol?
Paracetamol bekerja di otak untuk:
Menurunkan demam (antipiretik)
Meredakan nyeri ringan-sedang (analgesik)
Tidak punya efek anti-radang (beda dengan ibuprofen). Cocok untuk:
Demam karena flu/infeksi virus
Sakit kepala, migrain ringan
Nyeri haid ringan
Nyeri otot, sakit gigi
Nyeri pasca vaksinasi
Dosis aman dewasa & anak
Dewasa (>12 tahun, BB >50 kg)
Dosis tunggal: 500-1000 mg (1-2 tablet)
Maksimal per hari: 4000 mg (4g) = 8 tablet 500mg
Jarak antar dosis: minimal 4-6 jam
Durasi: jangan >3 hari demam atau >5 hari nyeri tanpa konsultasi dokter
Anak (<12 tahun)
Pakai dosis berdasar berat badan: 10-15 mg/kg BB per dosis, maks 4x sehari.
Berat anak
Dosis sirup 120 mg/5 ml
5-7 kg
2.5 ml (60 mg)
8-10 kg
4 ml (96 mg)
11-15 kg
5-7.5 ml (120-180 mg)
16-20 kg
7.5-10 ml (180-240 mg)
21-30 kg
10-15 ml
Bayi <3 bulan
Konsultasi dokter dulu sebelum kasih paracetamol.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.