Asam Urat (Gout): Gejala, Penyebab, dan Pantangan Makanan
Kesehatan Umum
Asam Urat (Gout): Gejala, Penyebab, dan Pantangan Makanan
Asam urat menyerang 1 dari 10 pria Indonesia setelah usia 40. Pelajari gejala serangan akut, pantangan makanan, dan strategi mengontrol kadar asam urat jangka panjang.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca15 Mei 2026Diperbarui 15 Mei 2026
⚕️Sehatku.id
Asam urat (gout) terjadi saat kristal urat menumpuk di sendi, menyebabkan inflamasi mendadak yang luar biasa nyeri. Di Indonesia, prevalensinya 10-15% pada pria usia 40+ dan terus meningkat seiring pola makan modern.
Serangan asam urat akut adalah "10 dari 10 nyeri" - banyak pasien deskripsikan lebih sakit daripada patah tulang. Untungnya, kondisi ini sangat bisa dikontrol dengan diet + obat.
Apa itu asam urat?
Asam urat = produk akhir metabolisme purin (zat di banyak makanan + DNA tubuh sendiri). Normalnya, ginjal membuang asam urat lewat urine. Masalah muncul jika:
Produksi terlalu banyak (asupan purin tinggi, sel tubuh banyak rusak)
Pembuangan terlalu sedikit (fungsi ginjal menurun, obat tertentu)
Kadar asam urat tinggi (>7 mg/dL pria, >6 mg/dL wanita) = hiperuresemia. Belum semua hiperurisemia jadi gout, tapi makin tinggi makin berisiko.
Gejala serangan asam urat akut
Klasik (90% kasus dimulai di jempol kaki)
Nyeri sangat hebat tiba-tiba, biasanya malam atau dini hari
Sendi merah, bengkak, panas
Disentuh selimut saja sakit
Demam ringan kadang muncul
Berlangsung 3-10 hari, lalu spontan sembuh
Sering kambuh di sendi yang sama
Sendi lain yang sering kena
Pangkal ibu jari kaki (paling klasik - podagra)
Pergelangan kaki, lutut
Pergelangan tangan, jari tangan
Siku
Tanda gout sudah lanjut
Tophus: benjolan keras di bawah kulit (sendi, daun telinga) - kristal urat menumpuk
Deformitas sendi permanen
Batu ginjal urat
Kerusakan ginjal kronis
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.