Cacingan pada Anak: Gejala, Obat Cacing, dan Cara Mencegah
Penyakit
Cacingan pada Anak: Gejala, Obat Cacing, dan Cara Mencegah
Cacingan pada anak sering tanpa gejala jelas tetapi bisa mengganggu gizi dan tumbuh kembang. Kenali tanda, obat, dan cara pencegahannya.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Penyakit
Cacingan pada Anak: Gejala, Obat Cacing, dan Cara Mencegah
Sehatku.id
Banyak orang tua baru sadar anaknya cacingan setelah berat badan sulit naik meski makannya cukup. Cacingan memang sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas, sehingga mudah terlewat. Padahal, bila dibiarkan, infeksi cacing bisa mengganggu gizi dan tumbuh kembang anak. Artikel ini membantu Anda mengenali tanda, memahami obatnya, dan tahu cara mencegahnya.
Kenapa anak rentan cacingan
Anak lebih mudah terkena cacingan karena kebiasaan dan lingkungannya. Anak sering bermain di tanah, memasukkan tangan atau benda ke mulut, dan belum terbiasa mencuci tangan dengan benar. Telur atau larva cacing yang ada di tanah, air, atau makanan yang terkontaminasi tinja dapat masuk ke tubuh tanpa disadari.
Sebagian besar cacingan yang ditularkan melalui tanah (soil-transmitted helminths) menyebar di lingkungan dengan sanitasi terbatas, misalnya kebiasaan buang air besar sembarangan atau air bersih yang kurang memadai. Karena itu, anak di daerah dengan sanitasi belum baik lebih berisiko.
Jenis cacing yang sering menyerang
Ada beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi anak di Indonesia:
Jenis cacing
Cara masuk
Ciri khas
Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
Telur tertelan dari tanah/makanan
Bisa terlihat keluar bersama tinja
Cacing tambang (hookworm)
Larva menembus kulit kaki
Berkaitan dengan anemia
Cacing cambuk (Trichuris trichiura)
Telur tertelan dari tanah/makanan
Bisa menyebabkan diare menahun
Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Telur tertelan, mudah menular antaranggota keluarga
Gatal di anus, terutama malam hari
Cacing gelang, tambang, dan cambuk termasuk kelompok yang ditularkan melalui tanah. Cacing kremi sedikit berbeda karena penularannya mudah terjadi antaranggota keluarga melalui tangan, pakaian, atau sprei.
Gejala yang perlu dikenali
Tantangan utama cacingan adalah gejalanya sering samar atau bahkan tidak ada, terutama bila jumlah cacing sedikit. Beberapa tanda yang patut dicurigai:
Berat badan sulit naik meski nafsu makan dan asupan tampak cukup
Tampak lesu, mudah lelah, atau pucat (tanda kemungkinan anemia)
Nyeri perut, mual, atau diare yang hilang timbul
Pada infeksi cacing kremi: gatal di sekitar anus pada malam hari, sehingga anak rewel dan sulit tidur
Karena gejalanya tidak khas, banyak kasus baru diketahui saat pemeriksaan rutin atau ketika orang tua memperhatikan pola tumbuh anak yang melambat.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Cacingan yang berlangsung lama bukan sekadar masalah ringan. Cacing dapat mengambil sebagian nutrisi dan, pada beberapa jenis seperti cacing tambang, menyebabkan kehilangan darah sehingga memicu anemia. Akibatnya, anak bisa mengalami kekurangan gizi dan gangguan tumbuh kembang, termasuk konsentrasi belajar yang menurun.
Dampak ini bersifat bertahap, sehingga sering tidak disadari sampai pertumbuhan anak terlihat tertinggal dibanding teman sebayanya.
Obat cacing dan kenapa diberikan sekeluarga
Obat cacing yang umum digunakan adalah albendazol dan pirantel pamoat. Albendazol sering dipakai untuk cacingan yang ditularkan melalui tanah, sementara pirantel juga tersedia sebagai pilihan. Obat-obat ini termasuk yang banyak digunakan untuk pengobatan kecacingan pada anak sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Khusus cacing kremi, pengobatan sering dianjurkan untuk seluruh anggota keluarga sekaligus, bukan hanya anak yang bergejala. Alasannya, telur cacing kremi sangat mudah menular di dalam satu rumah melalui tangan, pakaian, atau tempat tidur, sehingga bila hanya satu orang yang diobati, anggota lain dapat menjadi sumber penularan ulang.
Pengobatan juga kerap diulang setelah beberapa minggu. Pengulangan ini bertujuan menjangkau cacing atau telur yang menetas setelah pengobatan pertama, karena obat umumnya bekerja pada cacing dewasa, bukan telur. Selalu ikuti dosis dan jadwal sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan konsultasikan terlebih dahulu untuk anak yang sangat kecil atau memiliki kondisi khusus.
Cara mencegah cacingan
Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati. Langkah sederhana yang efektif:
Cuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah bermain, dan setelah buang air
Biasakan anak memakai alas kaki, terutama saat bermain di tanah, untuk mencegah masuknya larva cacing tambang
Pastikan makanan dan air bersih, cuci sayur dan buah, serta masak makanan hingga matang
Jaga kuku anak tetap pendek dan bersih agar telur cacing tidak terselip di bawahnya
Gunakan jamban sehat dan hindari buang air besar sembarangan
Selain kebiasaan tersebut, pemberian obat cacing secara berkala dianjurkan sebagai langkah pencegahan. Program kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing berkala setiap 6 bulan pada anak di daerah yang berisiko, sebagai bagian dari upaya pengendalian kecacingan. Tanyakan kepada petugas kesehatan atau ikuti program di posyandu/sekolah setempat.
Kapan perlu ke dokter
Bawa anak ke dokter bila:
Anak tampak sangat pucat, lemas, atau berat badannya terus turun
Ada cacing yang terlihat keluar, baik melalui tinja maupun mulut
Nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, atau perut tampak membesar
Gatal anus dan gangguan tidur tidak membaik setelah pengobatan
Anak masih sangat kecil, hamil (pada remaja), atau memiliki kondisi medis lain sebelum minum obat cacing
Dokter dapat memastikan jenis cacing dan memberikan penanganan yang tepat, termasuk memeriksa kemungkinan anemia. Cacingan dapat dicegah dan diobati dengan baik selama dikenali lebih awal.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.