Gangguan Pendengaran: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Mencegah
Penyakit
Gangguan Pendengaran: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Mencegah
Pendengaran turun sering dianggap wajar karena usia. Padahal sebagian bisa diperbaiki, sebagian bisa dicegah, dan satu kondisi termasuk kedaruratan THT.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku6 menit baca22 Juni 2026Diperbarui 22 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Gangguan pendengaran jarang datang dengan alarm. Yang muncul biasanya keluhan kecil: TV harus lebih keras, sering minta lawan bicara mengulang, atau sulit menangkap percakapan di tempat ramai. Karena pelan, banyak orang menunda sampai bertahun-tahun.
Padahal cerita gangguan pendengaran tidak seragam. Sebagian penyebabnya bisa diperbaiki. Sebagian lain bisa dicegah. Dan satu bentuknya, tuli mendadak, adalah kedaruratan yang benar-benar berpacu dengan waktu.
Tiga jenis gangguan pendengaran
Membedakan jenisnya penting karena menentukan harapan dan penanganan.
1. Gangguan pendengaran konduktif. Masalahnya ada di jalur hantaran suara: liang telinga, gendang telinga, atau telinga tengah. Suara tidak sampai dengan baik ke rumah siput, padahal sarafnya sehat. Penyebab yang sering ditemui:
Serumen (kotoran telinga) menumpuk dan menyumbat liang telinga
Cairan di telinga tengah (otitis media efusi), sering setelah pilek berkepanjangan atau pada anak
Infeksi telinga tengah (otitis media)
Gendang telinga berlubang (perforasi)
Gangguan pada rantai tulang pendengaran
Kabar baiknya: tipe konduktif sering bisa diperbaiki — dibersihkan, diobati, atau dioperasi.
2. Gangguan pendengaran sensorineural. Masalahnya di rumah siput (koklea) atau saraf pendengaran. Penyebabnya antara lain:
Usia (presbikusis) — muncul perlahan pada kedua telinga, biasanya nada tinggi lebih dulu hilang
Bising — tempat kerja, mesin, konser, atau headphone terlalu keras terlalu lama
Obat ototoksik — beberapa antibiotik golongan aminoglikosida, obat kemoterapi tertentu, dan obat lain; jangan pernah berhenti sendiri, diskusikan dengan dokter yang meresepkan
Genetik dan infeksi (mis. campak, gondongan, meningitis, infeksi saat kehamilan)
Tuli mendadak
Tipe ini umumnya menetap. Sel rambut di koklea yang rusak tidak tumbuh kembali. Karena itu fokusnya adalah pencegahan, deteksi dini, dan alat bantu.
3. Gangguan pendengaran campuran. Gabungan keduanya — misalnya presbikusis yang sudah ada, lalu ditambah serumen yang menyumbat sehingga pendengaran terasa jatuh drastis.
Aspek
Konduktif
Sensorineural
Letak masalah
Liang/gendang/telinga tengah
Koklea atau saraf
Contoh penyebab
Serumen, cairan, gendang berlubang
Usia, bising, obat ototoksik, genetik
Prognosis
Sering bisa diperbaiki
Umumnya menetap
Penanganan utama
Bersihkan, obati, operasi
Cegah, alat bantu dengar, implan koklea
Tuli mendadak: kedaruratan THT
Ini bagian yang paling ingin kami tegaskan.
TULI MENDADAK (tiba-tiba tidak mendengar atau menurun tajam pada satu atau dua telinga) adalah KEDARURATAN THT — jangan ditunda, harus ditangani sesegera mungkin (idealnya dalam 72 jam).
Ciri khasnya: pendengaran turun drastis dalam hitungan jam sampai beberapa hari, biasanya hanya pada satu telinga. Sering disertai telinga berdenging (tinitus), rasa penuh, kadang pusing berputar. Banyak orang mengira ini hanya "telinga tersumbat" atau efek flu, lalu menunggu membaik sendiri.
Jangan menunggu. Jangan tunggu besok, jangan tunggu sampai libur selesai, jangan diteteskan minyak atau dikorek. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pendengaran kembali. Penanganan utamanya adalah kortikosteroid yang diresepkan dokter, dan hasilnya cenderung lebih baik bila dimulai dini. Setelah lewat masa emasnya, peluang pemulihan menurun dan kerusakan bisa menetap. Langsung ke IGD atau dokter THT hari itu juga.
Tanda bahaya yang tidak boleh ditunda
Selain tuli mendadak, ini tanda yang perlu penanganan cepat:
Vertigo (pusing berputar) disertai gejala saraf — bicara pelo, lemah separuh badan, wajah perot, penglihatan ganda, atau sakit kepala hebat → curiga STROKE → segera IGD atau hubungi 119. Vertigo akibat gangguan telinga dalam biasanya tidak disertai gejala saraf tersebut.
Sumbatan atau keluhan HANYA di satu sisi hidung disertai mimisan berulang, apalagi bila ada telinga terasa penuh sebelah, pendengaran turun sebelah, atau benjolan di leher → perlu diperiksa untuk menyingkirkan tumor, misalnya kanker nasofaring. Pemeriksaan yang biasa dipakai adalah endoskopi hidung. Telinga penuh sebelah yang menetap bukan keluhan sepele.
Keluar cairan, nanah, atau darah dari telinga; nyeri telinga hebat; demam tinggi
Gangguan pendengaran setelah trauma kepala, ledakan, atau suara sangat keras
Bayi atau anak yang tidak bereaksi terhadap suara, atau bicaranya terlambat
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Pendengaran termasuk hal yang jauh lebih mudah dijaga daripada diperbaiki.
Lindungi telinga dari bising.
Pakai aturan 60/60 untuk headphone: maksimal 60% volume, maksimal 60 menit sekali pakai, lalu istirahatkan telinga. Bila orang di sebelah bisa mendengar musik Anda, itu sudah terlalu keras.
Pilih headphone peredam bising (noise cancelling) supaya Anda tidak perlu menaikkan volume untuk mengalahkan suara sekitar.
Pakai pelindung telinga (earplug atau earmuff) di tempat kerja bising, saat menggunakan mesin, atau di konser. Kerusakan akibat bising bersifat menumpuk dan tidak terasa saat terjadi.
Beri jeda. Setelah paparan keras, telinga butuh waktu pulih.
JANGAN membersihkan telinga dengan cotton bud. Ini kebiasaan yang perlu dihentikan. Cotton bud mendorong serumen makin dalam dan memadatkannya di depan gendang telinga, justru menyebabkan sumbatan yang tadinya tidak ada. Selain itu berisiko melukai liang telinga dan melubangi gendang telinga. Hal yang sama berlaku untuk korek kuping logam, ear candle, dan jari.
Telinga membersihkan diri sendiri. Serumen bukan kotoran — ia melindungi, melembapkan, dan bersifat antibakteri, lalu keluar sendiri secara bertahap. Cukup bersihkan daun telinga bagian luar dengan handuk. Bila terasa tersumbat, minta tenaga kesehatan yang membersihkan.
Jangan pakai semprot dekongestan hidung lebih dari 3-5 hari. Hidung tersumbat memang bisa memicu gangguan fungsi tuba Eustachius dan telinga terasa penuh, jadi godaan memakainya terus-menerus besar. Tetapi pemakaian melebihi 3-5 hari memicu rhinitis medikamentosa: hidung justru makin mampet setiap kali obat habis, sehingga Anda makin bergantung. Bila keluhan tidak selesai dalam 3-5 hari, temui dokter, bukan tambah semprotannya.
Lainnya: lengkapi imunisasi (campak, rubela, gondongan, meningitis), kendalikan diabetes dan tekanan darah, hindari rokok, dan tanyakan risiko ototoksik bila Anda mendapat obat jangka panjang.
Penanganan sesuai penyebab
Tidak ada satu solusi untuk semua. Yang tepat tergantung jenisnya:
Serumen menyumbat — dibersihkan oleh tenaga kesehatan dengan alat yang sesuai, kadang didahului obat pelunak serumen. Obat pelunak tidak boleh dipakai sendiri bila gendang telinga berlubang, telinga nyeri, keluar cairan, atau ada riwayat operasi telinga — periksakan dulu ke dokter. Bukan dikorek sendiri di rumah.
Infeksi atau cairan di telinga tengah — diobati sesuai penyebab. Kondisi telinga tengah dinilai dengan timpanometri, sedangkan ketajaman pendengaran diukur dengan audiometri. Pada kasus menetap kadang perlu pemasangan pipa kecil (grommet).
Gendang telinga berlubang — sebagian menutup sendiri, sebagian perlu operasi.
Presbikusis atau gangguan sensorineural menetap — alat bantu dengar adalah pilihan utama dan sangat membantu. Memakainya lebih awal membuat otak lebih mudah beradaptasi dan menjaga kemampuan memahami percakapan.
Tuli berat sampai sangat berat yang tidak tertolong alat bantu dengar — dapat dipertimbangkan implan koklea, terutama pada anak agar kemampuan bicara dan bahasa berkembang.
Skrining pendengaran bayi
Bayi belajar bicara dengan cara mendengar. Bila pendengarannya terganggu dan tidak diketahui, perkembangan bicara, bahasa, dan belajarnya ikut tertinggal — dan waktu yang hilang sulit dikejar.
Karena itu skrining pendengaran pada bayi baru lahir penting, terutama bila ada faktor risiko: riwayat tuli dalam keluarga, lahir prematur atau berat lahir rendah, kuning berat pada bayi, infeksi selama kehamilan, atau riwayat perawatan intensif dan obat ototoksik. Skrining ini cepat, tidak sakit, dan bisa dilakukan saat bayi tidur.
Di rumah, curigai bila bayi tidak kaget oleh suara keras, tidak menoleh ke sumber suara pada usia beberapa bulan, atau belum mengoceh dan bicara sesuai usianya. Jangan tunggu "nanti juga bisa sendiri" — periksakan.
Kapan harus ke dokter THT
Segera (hari itu juga) bila: pendengaran turun mendadak, vertigo dengan gejala saraf, keluar darah atau nanah dari telinga, nyeri hebat, atau gangguan setelah trauma.
Buat janji dalam waktu dekat bila: pendengaran menurun perlahan, telinga berdenging menetap, terasa penuh sebelah, sering minta orang mengulang, sulit mendengar di tempat ramai, atau anak Anda terlambat bicara.
Bila serangan vertigo berputar datang berulang selama sekitar 20 menit sampai beberapa jam dan disertai pendengaran yang naik-turun, telinga berdenging, serta rasa penuh di telinga yang sama, sampaikan pola itu ke dokter karena mengarah ke penyakit Meniere.
Memeriksakan pendengaran itu sederhana, tidak sakit, dan hasilnya jelas. Yang mahal justru menundanya.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.