Lewati ke konten
Penyakit

Hemofilia: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Hemofilia adalah kelainan darah keturunan yang membuat darah sulit membeku. Dengan pemahaman dan penanganan tepat, hidup tetap bisa berkualitas.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku9 menit baca18 Juni 2026Diperbarui 18 Juni 2026
Ilustrasi pemeriksaan darah untuk hemofilia
Sehatku.id

Mendengar diagnosis hemofilia, entah untuk diri sendiri atau anak, memang bisa terasa menakutkan. Kabar baiknya, dengan pemahaman yang benar dan penanganan yang tepat, banyak penyandang hemofilia hidup aktif dan produktif. Artikel ini menjelaskan apa itu hemofilia, penyebabnya, gejalanya, kapan harus waspada, serta cara penanganannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu Hemofilia?

Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah yang diturunkan (bawaan), di mana darah sulit membeku ketika terjadi luka atau perdarahan. Dalam kondisi normal, tubuh memiliki serangkaian protein yang disebut faktor pembekuan yang bekerja seperti tim untuk menghentikan perdarahan. Pada hemofilia, salah satu faktor ini jumlahnya kurang atau tidak berfungsi.

Ada dua jenis yang paling umum:

JenisFaktor yang Kurang
Hemofilia AFaktor VIII (delapan)
Hemofilia BFaktor IX (sembilan)

Hemofilia A lebih sering ditemukan dibanding hemofilia B. Berat-ringannya gejala tergantung seberapa rendah kadar faktor pembekuan di dalam darah. Penting dipahami: hemofilia bukan penyakit menular. Ini kelainan genetik, jadi tidak bisa tertular lewat kontak, makanan, atau berbagi barang.

Penyebab: Kenapa Hampir Selalu Laki-laki?

Gen yang mengatur faktor VIII dan IX terletak pada kromosom X. Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu X dan satu Y (XY).

Inilah kuncinya. Bila seorang laki-laki mewarisi satu kromosom X yang membawa gen hemofilia, ia tidak punya X cadangan, sehingga ia mengalami hemofilia. Sementara perempuan biasanya masih punya satu kromosom X lain yang normal untuk "menutupi", sehingga umumnya ia menjadi pembawa sifat (carrier) tanpa gejala berat, meski sebagian carrier bisa mengalami kecenderungan mudah memar atau menstruasi berat.

Itulah mengapa hemofilia hampir selalu dialami laki-laki, sedangkan perempuan lebih sering berperan sebagai pembawa yang dapat menurunkannya ke anak. Karena sifatnya diturunkan, konseling genetik sangat membantu keluarga memahami peluang penurunan pada anak berikutnya dan merencanakan pemeriksaan sejak dini.

Gejala yang Perlu Dikenali

Gejala hemofilia berpusat pada perdarahan yang sulit berhenti dan cenderung berlebihan dibanding tingkat cederanya. Tanda yang umum antara lain:

  • Mudah memar, kadang muncul benjolan biru-lebam besar bahkan dari benturan ringan.
  • Perdarahan lama berhenti setelah luka kecil, cabut gigi, atau sunat.
  • Perdarahan spontan tanpa sebab jelas, misalnya mimisan berulang atau gusi berdarah.
  • Darah dalam urine atau tinja.

Yang paling khas adalah perdarahan di dalam sendi (hemartrosis), terutama lutut, siku, dan pergelangan kaki. Sendi terasa hangat, nyeri, bengkak, dan sulit digerakkan. Bila perdarahan sendi terjadi berulang tanpa penanganan, lama-kelamaan sendi bisa rusak permanen dan menimbulkan kecacatan. Karena itu, mengenali dan menangani perdarahan sendi sejak dini sangat penting.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Tanda Bahaya: Segera ke IGD

Sebagian perdarahan pada hemofilia bersifat darurat dan tidak boleh ditunda. Segera ke IGD atau hubungi 119 bila terjadi:

  • Cedera kepala (benturan, terjatuh), sekalipun tampak ringan, karena berisiko perdarahan di dalam otak. Ini kondisi paling berbahaya pada hemofilia.
  • Tanda perdarahan otak: sakit kepala hebat, muntah, mengantuk berat, kejang, atau pingsan.
  • Perdarahan di leher, tenggorokan, atau mulut yang dapat menyumbat jalan napas.
  • Nyeri sendi atau otot yang hebat disertai bengkak yang cepat membesar.
  • Muntah atau BAB berdarah/kehitaman, atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti.

Prinsipnya: jangan meremehkan cedera pada penyandang hemofilia. Lebih baik memeriksakan diri lebih awal daripada terlambat. Bila sudah tersedia, penanganan dengan konsentrat faktor pembekuan sebaiknya diberikan secepatnya sesuai arahan pusat hemofilia.

Penanganan Hemofilia

Hemofilia saat ini belum bisa disembuhkan total, namun sangat bisa dikendalikan sehingga perdarahan dicegah dan kualitas hidup tetap baik. Penanganan utamanya adalah terapi pengganti faktor pembekuan, yaitu memasukkan konsentrat faktor VIII atau IX melalui pembuluh darah untuk menggantikan yang kurang. Ada dua pendekatan:

  • On-demand: faktor diberikan saat terjadi perdarahan untuk menghentikannya.
  • Profilaksis: faktor diberikan secara rutin dan terjadwal untuk mencegah perdarahan sebelum terjadi, terutama pada hemofilia berat. Pendekatan ini terbukti melindungi sendi dari kerusakan.

Penanganan sebaiknya dilakukan atau dipantau di pusat/klinik hemofilia bersama tim hematologi, karena dosis dan jenis faktor perlu disesuaikan. Selain terapi faktor, penanganan pendukung meliputi kompres dingin, mengistirahatkan dan mengangkat bagian yang berdarah, serta fisioterapi untuk menjaga kekuatan dan fungsi sendi. Untuk perdarahan ringan tertentu, dokter juga dapat memberikan obat pembantu sesuai indikasi. Yang penting, semua obat dan tindakan dikonsultasikan lebih dulu ke dokter, bukan atas inisiatif sendiri.

Yang Perlu Dihindari

Beberapa hal ini penting untuk mencegah perdarahan yang tidak perlu:

  • Hindari aspirin dan obat antinyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen) karena mengganggu fungsi trombosit dan memperbesar risiko perdarahan. Untuk meredakan nyeri atau demam, tanyakan dulu alternatif yang aman kepada dokter.
  • Hindari suntikan ke dalam otot (intramuskular), karena bisa memicu perdarahan di otot. Sampaikan kondisi hemofilia sebelum imunisasi atau suntikan apa pun agar diberikan lewat jalur yang lebih aman.
  • Hati-hati pada tindakan cabut gigi, operasi, atau prosedur invasif. Beri tahu dokter gigi dan tim medis jauh-jauh hari agar dapat disiapkan perlindungan faktor pembekuan.
  • Kurangi risiko cedera dan benturan, misalnya dari olahraga kontak keras.

Selalu bawa atau simpan informasi diagnosis (kartu/gelang identitas medis) agar tenaga kesehatan segera mengetahui kondisi Anda dalam keadaan darurat.

Hidup Berkualitas dengan Hemofilia

Hemofilia adalah kondisi seumur hidup, tetapi bukan akhir dari kehidupan aktif. Dengan penanganan yang teratur, banyak penyandangnya bersekolah, bekerja, dan berolahraga. Justru menjaga kebugaran dan kekuatan otot membantu melindungi sendi, asalkan memilih aktivitas yang aman seperti berenang atau bersepeda santai, dan menghindari olahraga benturan keras.

Beberapa langkah yang memberdayakan:

  • Rutin kontrol ke pusat hemofilia dan patuhi jadwal profilaksis bila dianjurkan.
  • Kenali tanda perdarahan dini agar bisa ditangani cepat.
  • Libatkan keluarga dan pertimbangkan konseling genetik untuk perencanaan ke depan.
  • Jaga kesehatan gigi agar meminimalkan tindakan berisiko.

Anda tidak sendirian. Dukungan tim medis, komunitas, dan keluarga membuat perjalanan ini jauh lebih ringan. Bila muncul tanda bahaya seperti cedera kepala atau perdarahan yang tidak berhenti, jangan tunggu, segera ke IGD atau hubungi 119.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. IDAI
  3. 3. PAPDI

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 17 Juni 2026