Lewati ke konten
Penyakit

Hepatitis A vs Hepatitis B: Beda Penularan, Gejala, dan Pencegahan

Hepatitis A dan B sama-sama menyerang hati, tetapi cara menular dan dampaknya berbeda. Kenali bedanya agar tahu cara melindungi diri.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Penyakit

Hepatitis A vs Hepatitis B: Beda Penularan, Gejala, dan Pencegahan

Sehatku.id

Banyak orang mengira semua jenis hepatitis itu sama. Padahal hepatitis A dan hepatitis B disebabkan oleh virus yang berbeda, menular dengan cara yang berbeda, dan punya dampak jangka panjang yang juga berbeda.

Sama-sama menyerang hati, tapi berbeda

Keduanya adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada hati (liver). Bedanya: hepatitis A umumnya bersifat akut dan sembuh tuntas, sementara hepatitis B bisa berkembang menjadi infeksi kronis yang menetap bertahun-tahun. Memahami perbedaan ini penting agar Anda tahu langkah pencegahan yang tepat.

Tabel perbandingan

AspekHepatitis AHepatitis B
Cara penularanFecal-oral: makanan/minuman yang tercemar tinja penderita, kebersihan burukDarah dan cairan tubuh: hubungan seksual, jarum/alat tidak steril, ibu ke bayi saat persalinan
Perjalanan penyakitAkut, umumnya sembuh total, tidak menjadi kronisBisa menjadi kronis, berisiko sirosis dan kanker hati
VaksinTersediaTersedia
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Gejala yang perlu dikenali

Gejala hepatitis A dan B bisa mirip karena keduanya mengganggu fungsi hati. Yang umum muncul antara lain:

  • Kulit dan mata menguning (ikterus/jaundice)
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun
  • Urine berwarna gelap seperti teh, tinja pucat
  • Lemas, demam ringan, dan nyeri pada perut kanan atas

Perlu diingat: sebagian penderita, terutama pada hepatitis B kronis, bisa tidak merasakan gejala dalam waktu lama. Karena itu sebagian orang baru mengetahui status infeksinya saat skrining atau pemeriksaan rutin.

Pencegahan hepatitis A

Karena menular lewat jalur fecal-oral, pencegahan hepatitis A berfokus pada kebersihan:

  • Cuci tangan dengan sabun, terutama setelah dari toilet dan sebelum makan
  • Konsumsi air dan makanan yang bersih serta dimasak matang
  • Vaksinasi hepatitis A sebagai perlindungan tambahan

Pencegahan hepatitis B

Hepatitis B menular lewat darah dan cairan tubuh, sehingga pencegahannya berbeda:

  • Vaksinasi hepatitis B, yang di Indonesia diberikan sejak bayi sebagai bagian imunisasi rutin
  • Hubungan seksual yang aman dan setia pada satu pasangan
  • Hindari berbagi jarum suntik, alat cukur, atau sikat gigi
  • Skrining pada ibu hamil agar penularan ke bayi dapat dicegah sedini mungkin

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami mata atau kulit menguning, urine sangat gelap, mual berkepanjangan, atau nyeri perut kanan atas. Konsultasi juga dianjurkan bila Anda merasa berisiko tertular atau ingin memastikan status vaksinasi. Diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti pemeriksaan medis.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Hepatitis
  2. 2. WHO - Hepatitis
  3. 3. PAPDI

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026