Lewati ke konten
Penyakit

Hipertiroid vs Hipotiroid: Kenali Bedanya dari Gejala

Hipertiroid dan hipotiroid sama-sama gangguan tiroid, tetapi arahnya berlawanan. Kenali bedanya dari gejala, penyebab, dan kapan harus ke dokter.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi kelenjar tiroid dan metabolisme tubuh
Sehatku.id

Banyak orang mengira semua gangguan tiroid itu sama. Padahal ada dua kondisi yang arahnya justru berlawanan: hipertiroid dan hipotiroid. Keduanya menyangkut kelenjar kecil di leher yang mengatur seluruh metabolisme tubuh, tetapi gejalanya bertolak belakang. Memahami bedanya membantu Anda mengenali tanda awal dan tahu kapan perlu memeriksakan diri.

## Apa peran kelenjar tiroid? {#peran-tiroid}

Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Tugas utamanya menghasilkan hormon tiroid yang berperan mengatur metabolisme tubuh — yaitu seberapa cepat tubuh membakar energi.

Anggap saja hormon tiroid sebagai pengatur kecepatan mesin tubuh. Bila jumlahnya pas, semuanya berjalan normal: detak jantung, suhu tubuh, berat badan, pencernaan, hingga suasana hati. Masalah muncul ketika produksinya terlalu banyak atau terlalu sedikit.

## Hipertiroid: tiroid terlalu aktif {#hipertiroid}

Hipertiroid berarti tiroid terlalu aktif sehingga metabolisme tubuh seperti "ngebut". Tubuh membakar energi terlalu cepat. Gejala yang sering muncul:

  • Jantung berdebar atau denyut terasa cepat
  • Berat badan turun meski makan banyak
  • Mudah gerah dan berkeringat, tidak tahan panas
  • Tremor (tangan gemetar halus)
  • Cemas, gelisah, mudah tersinggung
  • Sulit tidur
  • Sering buang air besar atau diare ringan
  • Kadang mata menonjol (terutama pada penyakit Graves)

## Hipotiroid: tiroid kurang aktif {#hipotiroid}

Hipotiroid berarti tiroid kurang aktif sehingga metabolisme tubuh "melambat". Tubuh seperti bekerja dengan rem tertarik. Gejala yang sering muncul:

  • Mudah lelah dan lemas sepanjang hari
  • Berat badan naik tanpa perubahan pola makan jelas
  • Tidak tahan dingin
  • Kulit kering, rambut rontok
  • Sembelit
  • Lambat berpikir, sulit konsentrasi
  • Suasana hati menurun, cenderung murung
  • Pada perempuan, siklus haid berubah (sering lebih banyak atau tidak teratur)

## Tabel perbandingan singkat {#tabel}

AspekHipertiroidHipotiroid
Aktivitas tiroidTerlalu aktifKurang aktif
Metabolisme"Ngebut""Melambat"
Berat badanCenderung turunCenderung naik
Suhu tubuhGerah, berkeringatTidak tahan dingin
JantungBerdebar cepatCenderung lambat
PencernaanSering BABSembelit
Suasana hatiCemas, gelisahMurung, lambat

## Penyebab umum masing-masing {#penyebab}

Penyebab paling sering hipertiroid adalah penyakit Graves, yaitu gangguan autoimun ketika sistem kekebalan tubuh justru merangsang tiroid bekerja berlebihan. Graves juga sering dikaitkan dengan gejala mata menonjol.

Penyebab paling sering hipotiroid adalah tiroiditis Hashimoto, gangguan autoimun yang perlahan merusak kelenjar tiroid. Penyebab lain yang penting di Indonesia adalah kekurangan yodium, karena yodium adalah bahan baku hormon tiroid. Inilah alasan garam beryodium dianjurkan.

## Cara memastikan: tes fungsi tiroid {#diagnosis}

Gejala saja tidak cukup untuk memastikan, karena banyak keluhan tiroid mirip dengan kondisi lain. Keduanya didiagnosis dengan tes fungsi tiroid, terutama pemeriksaan darah TSH dan FT4 (free T4).

Secara sederhana, TSH adalah sinyal dari otak untuk mengatur tiroid, sedangkan FT4 menggambarkan kadar hormon tiroid aktif. Pola hasilnya membantu dokter menentukan apakah Anda hipertiroid, hipotiroid, atau normal. Kabar baiknya: kedua kondisi ini dapat diobati. Penanganannya berbeda dan harus ditentukan dokter — jangan pernah memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat antitiroid sendiri tanpa arahan medis.

## Gondok bisa muncul pada keduanya {#gondok}

Banyak orang mengira gondok (pembesaran kelenjar tiroid yang tampak sebagai benjolan di leher) hanya terjadi pada satu kondisi. Faktanya, gondok bisa muncul baik pada hipertiroid maupun hipotiroid, bahkan kadang pada fungsi tiroid yang masih normal. Jadi benjolan di leher tidak otomatis berarti tiroid terlalu aktif atau kurang aktif — perlu pemeriksaan untuk memastikan.

## Kapan harus ke dokter {#kapan-dokter}

Temui dokter bila Anda mengalami gejala menetap seperti jantung berdebar tanpa sebab jelas, berat badan berubah drastis, lemas berkepanjangan, atau muncul benjolan di leher. Pemeriksaan sederhana sudah bisa memberi kejelasan.

Segera ke IGD atau hubungi 119 bila muncul tanda gawat darurat. Pada hipertiroid berat, krisis tiroid dapat terjadi: demam sangat tinggi, jantung berdebar sangat cepat, gelisah berat hingga linglung, atau penurunan kesadaran. Pada gangguan kelenjar adrenal yang kadang menyertai penyakit autoimun, krisis adrenal juga merupakan kondisi darurat (lemas ekstrem, tekanan darah turun, muntah). Keduanya adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa dan butuh pertolongan segera.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. P2PTM Kemenkes
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026