Lewati ke konten
Penyakit

Leptospirosis Saat Banjir: Gejala, Bahaya, dan Cara Mencegah

Setelah banjir, demam mendadak disertai nyeri betis bisa jadi leptospirosis. Kenali gejala dan langkah pencegahan praktisnya.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Leptospirosis Saat Banjir: Gejala, Bahaya, dan Cara Mencegah
Sehatku.id

Saat musim hujan dan banjir datang, ada satu penyakit yang sering terlewat: leptospirosis. Banyak orang mengira demam setelah banjir hanyalah flu biasa, padahal bisa jadi infeksi serius yang butuh penanganan cepat. Kabar baiknya, penyakit ini bisa diobati bila dikenali sejak dini dan dicegah dengan langkah sederhana.

Apa itu leptospirosis?

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini hidup di ginjal hewan, terutama tikus, lalu keluar bersama air kencing hewan tersebut ke lingkungan. Ketika kencing tikus mencemari air, lumpur, atau tanah, bakteri bisa bertahan hidup cukup lama, apalagi di genangan air yang hangat dan lembap.

Itulah mengapa leptospirosis sangat erat kaitannya dengan air kotor dan lingkungan yang banyak tikus. Manusia tertular bukan karena digigit, melainkan karena bersentuhan dengan air atau tanah yang sudah tercemar.

Kenapa melonjak saat banjir?

Saat banjir, air meluap dan mencampur segala sesuatu, termasuk kotoran dan kencing tikus yang tadinya tersembunyi di selokan atau got. Genangan banjir menjadi "kuah" berisi bakteri Leptospira yang tersebar luas. Orang yang menerjang banjir, membersihkan rumah, atau berjalan tanpa alas kaki di air keruh berisiko tinggi terpapar.

Inilah alasan kasus leptospirosis kerap melonjak setelah banjir besar. Bukan banjirnya yang membuat sakit, melainkan kontak kulit dan selaput lendir dengan air yang sudah tercemar bakteri.

Cara penularan

Bakteri Leptospira masuk ke tubuh melalui:

  • Luka atau lecet di kulit, sekecil apa pun, yang terendam air kotor
  • Mata, hidung, dan mulut yang terkena percikan air tercemar
  • Kulit yang terendam lama dalam air banjir, meski tampak utuh

Karena itu, menerjang banjir dengan kaki yang lecet, atau mengucek mata dengan tangan kotor, sudah cukup menjadi jalan masuk bakteri.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Gejala yang perlu dikenali

Gejala biasanya muncul 2 hari sampai 2 minggu setelah kontak dengan air tercemar. Awalnya sering mirip flu, sehingga mudah disepelekan:

GejalaKeterangan
Demam mendadakTinggi dan tiba-tiba
Nyeri betisKhas leptospirosis, otot betis terasa sangat sakit
Sakit kepala hebatSering di area dahi
Mata merahTanpa kotoran mata, mata tampak memerah
Nyeri otot & menggigilBadan terasa remuk
Mual, muntah, diareGangguan saluran cerna

Gejala yang paling membantu membedakan dari flu biasa adalah nyeri betis yang menonjol dan mata merah, terutama bila muncul setelah kontak dengan banjir.

Tanda berat (Weil)

Pada sebagian kasus, infeksi berkembang menjadi bentuk berat yang disebut sindrom Weil. Ini adalah keadaan gawat yang butuh perawatan rumah sakit. Waspadai tanda berikut:

  • Kulit dan mata menguning (sakit kuning), tanda hati terganggu
  • Gangguan ginjal: kencing sangat sedikit atau berhenti
  • Perdarahan: gusi berdarah, mimisan, bercak merah di kulit, atau batuk berdarah
  • Sesak napas dan penurunan kesadaran

Pesan kunci: Bila Anda mengalami demam setelah banjir atau kontak dengan air kotor, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan sebutkan riwayat terpapar banjir kepada dokter. Informasi ini sangat membantu dokter mendiagnosis lebih cepat dan memberi pengobatan tepat.

Pengobatan

Leptospirosis diobati dengan antibiotik, dan kuncinya adalah pengobatan dini. Semakin cepat antibiotik diberikan, semakin kecil risiko berkembang menjadi bentuk berat. Pada kasus ringan, pengobatan bisa rawat jalan; pada kasus berat seperti sindrom Weil, dibutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, termasuk dukungan untuk ginjal bila diperlukan.

Jangan mengobati sendiri dengan menebak-nebak antibiotik. Jenis dan dosisnya harus ditentukan dokter berdasarkan kondisi Anda.

Cara mencegah saat banjir

Pencegahan jauh lebih mudah daripada pengobatan. Saat musim hujan dan banjir, lakukan langkah praktis ini:

  • Gunakan sepatu boot karet dan sarung tangan saat harus melewati atau membersihkan air banjir
  • Tutup luka dan lecet dengan plester atau perban kedap air sebelum kontak dengan air
  • Hindari menerjang banjir bila tidak mendesak; cari jalur yang kering
  • Segera cuci bersih kaki, tangan, dan tubuh dengan sabun dan air bersih setelah terkena air banjir
  • Jangan mengucek mata atau menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci
  • Berantas tikus di rumah dan lingkungan, serta simpan makanan rapat agar tidak mengundang tikus
  • Jaga kebersihan selokan dan kelola sampah agar tidak menjadi sarang tikus

Dengan langkah sederhana ini, risiko tertular dapat ditekan jauh. Tetap waspada terhadap gejala, dan jangan ragu memeriksakan diri bila demam muncul setelah banjir.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Leptospirosis
  2. 2. WHO - Leptospirosis
  3. 3. CDC - Leptospirosis

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026