Lewati ke konten
Obat-obatan

Ibuprofen vs Paracetamol: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Dua obat pereda nyeri paling populer ini bekerja dengan cara berbeda. Pilihan yang tepat tergantung gejala dan kondisi tubuh.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Tablet obat ibuprofen dan paracetamol untuk perbandingan
Sehatku.id

Paracetamol dan ibuprofen sama-sama tersedia bebas di apotek Indonesia, tapi cara kerja dan indikasinya berbeda.

Cara kerja kedua obat

Paracetamol bekerja di sistem saraf pusat (otak), menghambat enzim COX-3 yang membuat zat pengontrol suhu dan nyeri.

Ibuprofen adalah NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug), menghambat COX-1 dan COX-2 di seluruh tubuh. Ini yang memberinya efek anti-radang yang TIDAK dimiliki paracetamol.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Perbandingan lengkap

AspekParacetamolIbuprofen
EfekDemam + nyeri ringan-sedangDemam + nyeri + peradangan
Anti-radang❌ Tidak✅ Ya
Dosis dewasa500-1000 mg tiap 4-6 jam, maks 4g/hari200-400 mg tiap 6-8 jam, maks 1.2g/hari OTC
Mulai bekerja30-60 menit30-60 menit
Durasi4-6 jam6-8 jam
Risiko hatiTinggi pada overdosisRendah
Risiko lambungRendahTinggi (tukak lambung)
Risiko ginjalRendahTinggi (terutama lansia)
Aman hamilYa, semua trimesterHindari trimester 3
AnakAman dari bayiDari usia 3 bulan / 5 kg
HargaSangat murahMurah

Kapan pilih yang mana?

Pilih PARACETAMOL untuk:

  • Demam tanpa peradangan (flu, vaksin)
  • Sakit kepala biasa
  • Nyeri haid ringan
  • Sakit gigi awal (sebelum dokter)
  • Anak <3 bulan (di bawah resep dokter)
  • Pasien dengan riwayat tukak lambung, ginjal, atau hamil

Pilih IBUPROFEN untuk:

  • Nyeri haid sedang-berat (lebih efektif dari paracetamol)
  • Nyeri otot/sendi pasca olahraga
  • Sakit gigi dengan bengkak gusi
  • Nyeri sendi (arthritis ringan)
  • Migrain
  • Sakit kepala tegang yang tidak respon paracetamol

Kombinasi keduanya - aman?

  • Bekerja beda jalur → efek pereda nyeri lebih kuat
  • Tidak meningkatkan efek samping satu sama lain
  • Cocok untuk demam tinggi yang tidak turun dengan satu obat

Cara: selang-seling tiap 3 jam (paracetamol jam 12, ibuprofen jam 3, paracetamol jam 6, dst).

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. WHO Model List of Essential Medicines
  2. 2. IDAI - Demam pada Anak

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 15 Mei 2026