Lewati ke konten
Kesehatan Anak

Imunisasi Anak Usia 1 Tahun: Daftar Lengkap Sesuai IDAI 2026

Imunisasi adalah investasi kesehatan terbaik untuk anak. Panduan lengkap jadwal imunisasi anak usia 1 tahun sesuai rekomendasi IDAI terbaru.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku7 menit baca23 April 2026Diperbarui 23 April 2026
Tenaga medis dengan pakaian scrub merawat bayi setelah vaksinasi
Sehatku.id

Imunisasi adalah salah satu intervensi medis paling efektif yang pernah diciptakan, menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Untuk anak Indonesia usia 1 tahun, ada serangkaian imunisasi penting yang perlu sudah lengkap atau dijadwalkan. Panduan ini disusun berdasarkan jadwal IDAI 2026.

Mengapa imunisasi penting?

Imunisasi melatih sistem imun anak untuk mengenali patogen tertentu sebelum anak terpapar penyakit aslinya. Manfaat:

  • Proteksi individu: anak tidak/lebih ringan terkena penyakit.
  • Herd immunity: melindungi anak lain yang belum bisa diimunisasi (bayi <2 bulan, immunocompromised).
  • Eradikasi penyakit: polio dan campak hampir hilang berkat imunisasi global.

Imunisasi wajib usia 1 tahun

Berdasarkan Program Imunisasi Nasional (Kemenkes) dan IDAI 2026:

VaksinJumlah dosisPenyakit dicegah
Hepatitis B4 dosis (0, 2, 3, 4 bulan)Hepatitis B, sirosis, kanker hati
BCG1 dosis (segera setelah lahir)Tuberkulosis (TBC)
Polio (OPV/IPV)4 dosisPolio
DPT-HB-Hib3 dosis (2, 3, 4 bulan)Difteri, pertusis, tetanus, hepB, Hib
Campak Rubella1 dosis (9 bulan)Campak, rubella
MMR / MRbooster (12-15 bulan)Campak, gondongan, rubella
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Imunisasi tambahan yang direkomendasikan

Imunisasi non-wajib tapi sangat direkomendasikan IDAI:

  • Rotavirus: 2-3 dosis untuk cegah diare berat.
  • PCV (Pneumokokus): 4 dosis cegah pneumonia, meningitis.
  • Influenza: tahunan mulai usia 6 bulan.
  • Hepatitis A: 2 dosis mulai usia 12 bulan.
  • Varisela (cacar air): 1-2 dosis mulai usia 12 bulan.
  • Tifoid: booster setiap 3 tahun mulai usia 2 tahun.

Jadwal kejar (catch-up immunization)

Jika anak Anda terlambat imunisasi:

  • Tetap bisa dikejar, tidak ada istilah "terlambat selamanya".
  • Konsultasi dengan dokter anak untuk disesuaikan dengan riwayat vaksin sebelumnya.
  • Tidak perlu mengulang dosis yang sudah diberikan.
  • Jarak antar dosis bisa diperpendek sesuai panduan IDAI.

Efek samping yang umum

Setelah imunisasi, wajar jika anak mengalami:

  • Demam ringan 1-2 hari (≤38.5°C).
  • Nyeri/kemerahan di lokasi suntikan.
  • Rewel atau mengantuk.
  • Nafsu makan turun sementara.

Hubungi dokter jika:

  • Demam >39°C tidak turun dengan parasetamol.
  • Kejang.
  • Bengkak hebat di area suntikan.
  • Sesak napas atau ruam menyeluruh.

Biaya imunisasi: BPJS vs swasta

  • Imunisasi wajib pemerintah (program nasional): GRATIS di puskesmas dan posyandu.
  • Imunisasi tambahan di RS swasta: Rp 200rb–1.5jt per dosis tergantung jenis vaksin.
  • Total biaya imunisasi lengkap di RS swasta (wajib + tambahan): sekitar Rp 5–15 juta untuk 0-2 tahun.

Beberapa polis asuransi kesehatan keluarga memasukkan imunisasi anak sebagai benefit, cek detail polis Anda.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. IDAI - Jadwal Imunisasi 2026
  2. 2. Kemenkes - Program Imunisasi Nasional
  3. 3. WHO - Immunization Coverage

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 22 April 2026